TNI Siap Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

by -
A Somali coastguard returns from a patrol off the coast of Somalia's breakaway Republic of Somaliland on March 30, 2011. As piracy has flourished and turned increasingly violent, an unprecedented 17 countries are prosecuting pirates yet Somali jails have borne most of the burden. Officials in Somalia's semiautonomous region of Puntland have had to release low-level criminals to make room for pirates in overcrowded facilities as many countries, particularly along the East Africa coast turn-away arrested pirates for lack of resources and/or infrastructure to try and incarcerate them. Most suspected pirates captured by international warships are released because other nations don't want to jail them, a reason piracy continues to flourish at one of the world's busiest shipping lanes. AFP PHOTO/Tony KARUMBA (Photo credit should read TONY KARUMBA/AFP/Getty Images)

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Sebanyak sepuluh Anak Buah Kapal (ABK)  Warga Negara Indonesia (WNI) dari kapal Brahma 12 disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf diperairan Filipina pada Sabtu, 26 Maret 2016.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Kolonel Edi Sucipto menyatakan, pihaknya siap diperintahkan untuk melakukan pembebasan terhadap 10 ABK yang disandera teroris Abu Sayyaf.

“TNI prinsipnya siap untuk membela siapa saja, apalagi panglima TNI yang perintah. Kita akan jalankan perintah,” ujar Edi Sucipto saat dihubungi Okezone, Selasa (29/2/2016).

Mantan prajurit pasukan khusus antiteror Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) itu pun menjelaskan bahwa sebelum adanya kejadian penyanderaan kapal Brahma 12 di perairan Filipina, pasukan TNI AL sudah berada didekat lokasi penyanderaan.

Baca Juga  KPAI Sebut Vonis Penjara Seumur Hidup Untuk Herry Wirawan Belum Adil

“Sebelum adanya peristiwa ini pun pasukan memang sudah ada didaerah sana, tapi kan ini beda teritorial, bukan wilayah kita, harus tunggu diplomasi, intinya kita siap perintah,” jelasnya.

“Ini bukan diwilayah Indonesia kalau di Indonesia sudah digeret sama KRI,” tandasnya. (okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *