Penyelundup 103 Ekor Trenggiling Divonis 27 Bulan Penjara

by -

METROPOLITAN.ID | MEDAN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukum selama 27 bulan atau dua tahun tiga bulan penjara kepada empat anak buah Kapal Motor (KM) Rezeki Abadi, yang tertangkap di Pelabuhan Belawan saat hendak menyelundupkan 103 ekor trenggiling pada 11 November 2015.

Dalam amar putusannya yang dibacakan di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Majelis hakim yang diketuai Ahmad Shalihin menyatakan keempat ter‎dakwa, yakni Faisal Rahman, Zuhri, Adi Sutrisno, dan Taufik terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah mencoba menyelundup‎ hewan lindung tersebut.

Perbuatan mereka merupakan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 21 Ayat (2) huruf a jo Pasal 40 Ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 e KUHPidana.

‎”Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup,” ucap Ahmad Shalihin.

“Menjatuhkan terhadap terdakwa, pidana penjara selama 2 tahun 3 bulan dan pidana denda senilai Rp.50 Juta, subsider 1 bulan kurungan,” tambahnya.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap keempat terdakwa tersebut lebih berat dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Medan Sri Lastuti, yang meminta para terdakwa divonis dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp50 Juta.

Kasus penyelundupan trenggiling ini sendiri bermula ketika Petugas Ditpolair Polda Sumut menindaklanjuti laporan masyarakat yang memberitahukan akan adanya penyelundupan trenggiling dari pelabuhan Belawan menuju Malaysia.

Petugas yang mendapatkan laporan itu melakukan investigasi hingga penyidikan mengarah kepada KM Rezeki Abadi yang diawaki empat orang. Saat diperiksa, di kapal tersebut ditemukan sebanyak ratusan ekor trenggiling (sebelumnya dikabarkan hanya 82 ekor) yang disimpan dalam karung. Puluhan ekor di antaranya masih hidup, sedangkan sisanya sudah dikuliti.

Dari pengakuan keempat terdakwa, mereka diperintahkan oleh seorang pria bernama Athiam dan mendapatkan upah sebesar Rp1,2 juta jika berhasil membawa trenggiling itu ke tengah laut, untuk kemudian diselundupkan ke Malaysia oleh kapal lainnya. (okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *