Polisi Beri Istri Siyono Dua Gepok Uang, Pengamat: Ini Tidak etis!

by -

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Usai kematian tak wajar yang dialami Siyono, sang istri tiba-tiba saja menerima dua gepok uang yang diduga diberi oleh anggota polisi. Pengamat terorisme dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai pemberian uang itu sangatlah tidak etis.

 

“Saya kira hal yang dilakukan polisi sangat tidak etis. Itu sifatnya mungkin santunan saja tapi tidak etis dalam situasi saat ini,” tegas Khairul saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Senin (4/4/2016) malam.

 

Terlebih, saat ini belum ada aturan jelas yang tertuang dalam Undang-Undang bahwa keluarga korban dari teroris yang tewas akan menerima uang santunan. Terlebih, status Siyono sendiri juga belum bisa dipastikan apakah sudah pasti teroris atau bukan.

Baca Juga  Tragis, Siswi SMA Dicabuli Bapak Tiri Selama Empat Tahun

 

“Saya kira itu yang ingin kita perjuangkan di UU Anti Terorisme bawha revisi itu juga mencakup perlindungan tehradap hak-hak tahanan termasuk jika terjadi hal seperti ini ada upaya hukum yang bisa dilakukan oleh warga termasuk mendapatkan ganti rugi yang pantas dari Negara,” sebutnya.

 

“Kalaupun toh itu uang itu berupa uang santunan itu harus jelas statusnya, negara harus menentukan apakah SIyono ini bersalah atau tidak. Sekarang masalahnya Siyono meninggal dunia ketika dia belum sempat diperiksa secara intensif sehingga belum bisa dipastikan apakah dia bersalah atau tidak,” tambahnya lagi.

 

Hingga kini, keberadaan dua gepok uang dengan ketebalan sekira 15 cm dan dibungkus menggunakan koran bekas itu masih disimpan oleh PP Muhammadiyah. Mereka belum menentukan akan mengembalikan uang tersebut ke Polri atau tidak. (okezone.com)

Baca Juga  Sebelum Bripka Taufik Meninggal, Keluarga Mimpi Ada Pesta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *