Satpol PP Ancam Gagalkan Launching Kios Bursa Mobil

by -

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Sehari jelang dilakukannya pembukaan pada Sabtu (2/4), bangunan kios bursa mobil di Jalan MH Thamrin, Bintaro Sektor Vll, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondokaren, kembali digeruduk Satpol PP dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel),  kemarin. Kedatangan tim penegak perda bersama PPNS itu lantaran sikap bandel pengelola kios bangunan yang dinilai mengabaikan peraturan.
Bangunan yang tak memiliki IMB itu masih tetap melakukan aktivitasnya meski telah disegel Badan Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BP2T) dan pemasangan stiker pengawasan Satpol PP Tangsel beberapa waktu lalu.
”Karena mereka masih beraktivitas, makanya terpaksa kami tutup dan kami segel,” kata Kepala Pol PP Tangsel Azhar Syam’un, kemarin.
Sesuai amanat Perda Nomor 5 Tahun 2013 yang diubah menjadi Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Izin Mendirikan Bangunan, lanjut dia, pengelola bangunan kios bursa mobil memenuhi kewajiban tersebut. ”Kita tutup sementara sampai bangunan ini memiliki izin,” tuturnya.
Meski kios yang terdiri dari enam lokal dan diisi puluhan kios itu bakal melakukan soft opening hari ini, pihaknya tetap melarang adanya aktivitas di bangunan   tersebut. ”Kita hentikan karena memang tanggung jawab kita. Bila perlu kita bubarkan, kita bubarkan kegiatan (soft opening) itu,” tegas Azhar.
Pantauan di lokasi, sempat terjadi adu mulut antara Pol PP dan PPNS Tangsel dengan pengelola bangunan kios bursa mobil yang saat itu berjumlah dua orang. Pengelola bangunan terlihat menunjukkan lembaran kertas yang diduga di dalamnya berisi tanda daftar perusahaan yang dikeluarkan BP2T Tangsel. Namun, Pol PP dan PPNS Tangsel keukeuh bangunan kios bursa mobil tersebut tetap harus disegel.
Tanpa menunggu waktu lama, akhirnya garis warna kuning bertuliskan PPNS dibentangkan di pintu gerbang utama dan pintu gerbang kedua yang berada di belakang bangunan kios. Selain memasang garis kuning PPNS, petugas juga menggembok pintu masuk bangunan tersebut.
Sementara adanya pemasangan garis kuning dan penggembokan yang dilakukan Pol PP dan PPNS Tangsel, pengelola kios terkesan enggan memberikan komentar saat ditanya wartawan jika bangunan kios tersebut belum memiliki IMB. ”Kalau mau informasi lebih lanjut, silakan datang ke pengelola,” kata pengelola yang kemudian meninggalkan kerumunan wartawan. (dra/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *