Tim Elang Pergoki Kakek 70 tahun Bermesraan di Trotoar

by -

METROPOLITAN.ID | Semarang – Saat melakukan operasi tindak kejahatan di seputar wilayah Semarang, Rabu (13/4) dini hari, Tim Elang Polrestabes Semarang memergoki dua pasangan kekasih yang sedang enak pacaran di pelataran parkir Klenteng Sam Poo Kong Semarang.

Mereka dipergoki sedang asik berduaan di sekitar parkiran mobil itu. Ada yang sedang berpelukan sambil duduk sambil memarkirkan motor, ada pula pasangan yang berpelukan sambil tiduran di trotoar.

Lucunya, salah satu pasangan ada yang sudah kakek-kakek berusia 70 tahun yang sedang memeluk wanita berusia sekitar 45 tahun. Ketika diminta kartu identitas oleh petugas, kakek itu mengaku sedang menemani adik iparnya.

“Ini adik ipar saya pak ngajak duduk duduk menikmati udara malam,” jelasnya.

Namun perkataan kakek itu tak senada dengan wanita yang dipeluknya itu. Kepada polisi, wanita itu malah bilang kakek tersebut adalah temannya. Mendengar kata itu, kakek itu hanya tersenyum kepada petugas.

“Ini teman saya pak, dia yang ajak nongkrong disini,” ucap wanita itu, yang lalu disambut tertawa oleh petugas kepolisian karena sang kakek ketahuan berbohong.

Sedangkan pasangan kekasih satunya, yang tergolong masih muda, mengaku dia duduk di tempat itu setelah mengantar ibunya sepulang dari kerja.

“Menemani ibu saya, habis pulang kerja,” ujar laki-laki itu.

Tapi, perkataan itu dibantah oleh wanita yang diketahui bekerja sebagai tukang pijit. Dia mengaku, bahwa laki-laki ini adalah temannya. “Ini bukan anak saya, tapi teman saja,” kata wanita itu.

Setelah dilihat, ternyata motor yang dikendarai oleh pasangan kekasih ini ternyata sudah mati suratnya. Kendaraan milik warga Jatisari, Mijen itu sudah mati suratnya sejak 2013 lalu. Dan saat akan diangkut, laki-laki itu malah merengek agar motornya tidak disita.

“Motor saya jangan diangkut pak, tolong pak,” katanya sambil menarik dan memegang motornya itu.

Namun petugas tetap mengangkut motor tersebut dan meminta laki-laki itu untuk mengurusnya di Polrestabes Semarang. “Tetap saya angkut, orang sudah mati sejak 2013, ke polres saja nanti diurus,” ucap Kepala Tim Elang Ipda Kholidin. (kriminalitas.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *