Jadi Alternatif Menuju Jakarta, Warga Beji Tolak Penutupan Akses Jalan Rel

by -

METROPOLITAN.ID | Depok – Rencana penutupan akses jalan sejajar rel oleh PT Hutama Karya di Kelurahan Kemirimuka, Beji, ditentang warga sekitar, Minggu (8/5). Sebanyak puluhan massa dari RW 12 mendesak hal tersebut tidak dilakukan, lantaran selama ini akses jalan rel sejajar digunakan warga menuju Jalan Raya Margonda.

Ketua RW12 Kelurahan Kemirimuka, Wahyu Indra menuturkan, sebelum akses ditutup seharusnya pengembang menyediakan jalan alternatif untuk warga RW 12 Jalan Raya Margonda. Karenanya penutupan akses jalan rel ini ditentang warga.

“Itu jalan utama warga menuju Margonda dan menjadi alternatif jika mau ke Jakarta,” kata Wahyu kepada KRIMINALITAS.COM, Minggu (8/5). “Seharusnya jangan asal tutup, sebelum ada jalan alternatif yang dibangun.”

Untuk diketahui, rencana penutupan akses jalan rel warga berkaitan dengan underpass Tol Cijago di Jalan Raya Margonda. Tercatat sejak pertengan April 2016 silam pembangunan ini telah dilakukan oleh PT Hutama Karya.

Selain itu, imbas dari pembangunan underpass sedalam 8 meter ini, diperkirakan berdampak pada kualitas air tanah warga ambil. Sebabnya, kedalaman air tanah di wilayah itu hanya 12 meter.

“Pasti ada imbas terhadap air tanah warga,” lanjutnya.

Pihak warga RW12 sendiri mengaku sudah melayang surat kepada pihak pengembang terkait kekuhannya. Bila hal tersebut belum bisa dipenuhi warga RW12 meminta pembangunan underpass Tol Cijago ditunda.

Sementara, Asisten Pelaksana Tol Cijago Junaidi mengatakan, sementara akan dihentikan dulu pembangunan. Ia bakal langsung berkoordinasi dengan atasannya atas tuntutan warga.

“Saya akan sampaikan ke kantor besok. Saya tidak punya wewenang. Enggak apa-apa dihentikan sementara,” tukas Junaidi.

(KRIMINALITAS.COM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *