Jangan Mau Beli Jawaban UN Rp30 Juta

by -

METROPOLITAN.ID – Puluhan ribu siswa SMP di Kota dan Kabupaten Bogor siap menjalani Ujian Nasional (UN) hari ini. Meski dinodai isu penjualan lembar jawaban soal UN hingga jutaan rupiah, Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Bogor meminta para peserta tidak terpengaruh. Sebab, UN bukan penentu kelulusan.

Menurut Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kabupaten Bogor Gada Sembada, lembar jawaban yang dijual Rp30 juta itu hanya bohong belaka. Mengingat jumlah soal yang diedarkan itu berbeda-beda. “Tidak ada itu, bohong. Lagian logika saja, UN bukan menentukan kelulusan melainkan rapor yang menentukan. Maka, buat apa beli sampai Rp30 juta,” kata Gada.

Ia juga memastikan persiapan UN SMP di Kabupaten Bogor siap seratus persen. Soal selesai didistribusikan. Tak hanya itu, 14 sekolah juga siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Sebanyak 97.000 pelajar SMP di Kabupaten Bogor sudah berjalan dan soal sudah beres semua,” ujar Gada saat dihubungi Metropolitan, kemarin.

Sementara di Kota Bogor, Dinas Pendidikan Kota Bogor juga siap menggelar UN. Ada Sekitar 290 siswa SMPN 1 Bogor siap mengikuti UNBK. Segala persiapan baik perangkat lunak komputer dan uji coba penggunaannya oleh para peserta telah diuji coba beberapa kali.
”Insya Allah, pada hari pertama UNBK ini, siswa kami hadir semua serta tidak ada kendala dan hambatan. Terutama dalam pengoperasian perangkat lunaknya, saat digunakan para peserta UNBK,” ujar Kepala SMPN 1 Bogor Sri Sugiarti didampingi humasnya Tuti, kemarin.

Sebelum pelaksanaannya, persiapan UNBK terus dilakukan. Para peserta terus melakukan gladi bersih. Bahkan, pada gladi terakhir siswa sudah siap keseluruhan. Namun, mereka tetap terus berlatih. Terutama untuk sering menggoyangkan mouse computer. Sebab, jika 15 menit mouse tidak digoyang, maka secara otomatis sistem akan mengunci. Untuk membukanya diperlukan token yang baru.

“Semoga berkat kerja keras semua guru maupun operator, pelaksanaan UNBK di SMPN 1 ini berjalan sesuai yang diinginkan. Tapi, saya juga berharap kepada para siswa agar tetap belajar dan tidak berhura-hura terlebih dulu. Karena harus juga mempersiapkan diri untuk mengikuti melanjutkan ke jenjang berikutnya,” bebernya.

Sementara itu, 834 warga belajar dari 31 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mengikuti UN Kesetaraan Paket B di empat sekolah di Kota Bogor, yakni SDN Bondongan, Bogor Selatan, SMA PGRI 4, Jalan Cermai Ujung, Bogor Utara dan SMAN 6, Jalan Walet, Kecamatan Tanahsareal.

”Kami melaksanakan UN Paket B di empat sekolah yang telah ditunjuk Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Jadi, pada prinsipnya, kami sudah siap semuanya, baik pengawas maupun lembar kerja soal yang tersimpan di SMPN 5, Jalan Dadali, Kecamatan Tanahsareal. Bahkan, telah siap untuk didistribusikan ke empat sekolah itu,” ujar Sekretaris Disdik Fahrudin didampingi Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (Kabid PNFI), Disdik Kota Bogor Ritta Tresnayanti kepada Metropolitan, kemarin. (rez/c/ar/tur/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *