Balita Sehat Sambut HJB

by -

BOGOR – Menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke 534, se­jumlah balita juga ikut meramaikan acara yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Kali ini, para balita ikut dalam ajang lomba bayi sehat yang di­gelar di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummi Kota Bogor.

Setiap balita akan diperiksa kesehatan­nya, mulai dari gizi dan psikologis per­kembangannya. Bahkan, sang bunda juga ikut dites seputar pengetahuannya tentang kesehatan dan gizi balita. “Kami merang­kul UPTD Puskesmas dan TP PKK Kota Bogor untuk acara lomba balita sehat. Acara ini bisa memupuk kesadaran orang tua, serta mengawasi kebutuhan balita,” tutur Rubaeah. Ia pihaknya juga bisa memantau perkembangan balita yang ada di Kota Bogor. Termasuk, jika ada penyakit yang dideberharap agar lewat acara ini rita oleh sang anak tanpa sepengetahuan ibunda. ­

“Kegiatan ini diharapkan bisa motivasi para ibu untuk selalu menimbang bayinya ke Posyandu untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhannya,”ungkap dia.

Tak hanya menggelar lomba balita sehat, Dinkes juga aktif menekan jumlah perokok yang mulai menjangkiti anak di ba­wah umur.

Berdasarkan hasil Riset Kese­hatan Daerah (Rikesda) 2013, sebanyak 32 persen anak-anak usia di atas 10 tahun sudah merokok setiap harinya. Ang­ka tersebut meningkat dari Rikesda 2007 yang bertengger di angka 29,6 persen.

Tepat di Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), Rubaeah menggandeng 250 perwakilan deklator untuk mengajak ele­men masyarakat perangi rokok. Minimal, mereka bisa meny­ebarluaskan informasi tentang bahaya rokok guna melindun­gi generasi muda.

“Memang kecenderungan konsumsi rokok di kalangan anak muda karena pengaruh itu. Makanya kami menggalang dukungan agar Kota Bogor sehat tanpa iklan, promosi dan sponsor produk tem­bakau,” ungkap Rubaeah saat menghadiri Hari Tanpa Tem­bakau Sedunia (HTTS) di Plaza Balaikota Bogor, kema­rin.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mendorong agar generasi muda Kota Bogor dapat mendukung kampanye lingkungan bebas rokok. “Butuh anak muda yang solid untuk sama-sama membuat Kota Bogor bebas tembakau. Pendapatan As­li Daerah (PAD) terus me­ningkat sekalipun tanpa sponsor rokok,” tegas man­tan dosen Universitas Para­madina itu.

(cr2/b/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *