Heboh, Baju Muslim Berlambang Salib di Tayangan Ramadhan

by -

METROPOLITAN – Tayangan program Ra­madhan menampilkan dua wanita muslimah memakai baju dengan simbol salib membuat heboh. Dalam tayangan Ramadhan ’Jelang Sahur’ yang disiarkan Televisi Republik Indo­nesia (TVRI) pada Sabtu (11/6), dua pengisi acara mengenakan pakaian bergambar salib. Tayangan itu pun menjadi perbincangan bahkan mendapat sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI). ­

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Abdul Mun’im DZ mengatakan, jika ada tayangan program Ramadhan namun bajunya memakai simbol salib itu sama saja toleransi beragama yang kebablasan. ”Acara Ramadhan ini kan acara keagamaan yang sifat­nya ekslusif. Seharusnya tidak ada simbol-simbol agama lain di dalamnya, tak boleh men­campuradukkan agama,” kata Mun’im.

Ketua Infokom MUI Mas­duki Badlowi mengatakan, seharusnya kostum-kostum­nya disesuaikan dengan nu­ansa Islam. Karena melihat program tersebut sengaja menayangkan pemeran ber­busana salib, Masduki me­nilai itu merupakan agenda yang gencar dilakukan di bulan Ramadhan lewat salu­ran-saluran televisi. ”Tidak tahu apa maksudnya sampai-sampai dimasukkan di dalam sebuah acara yang sebenar­nya itu sangat peka karena itu acara Ramadhan,” imbuh­nya.

Untuk mengambil sikap ter­hadap program tersebut, Mas­duki mengatakan, MUI meng­gelar rapat internal, khususnya di Komisi Infokom yang ber­tugas memantau semua tayangan televisi, terlebih program yang ditayangkan selama Ramadan.

Di tempat terpisah, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah menjatuhkan sanksi terhadap program acara tersebut. Menurut Ko­misioner KPI, Agatha Lily, program acara tersebut me­langgar Standar Program Sia­ran (SPS) KPI tahun 2012 Pasal 6 ayat 1 dan 2 mengenai pen­ghormatan terhadap nilai-nilai kesukuan, agama, ras dan antargolongan.

Pada pasal 6 ayat 1, program siaran wajib menghormati perbedaan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). ’’KPI meminta TVRI melakukan permintaan maaf secara ter­buka kepada publik,’’ ujar Aga­tha.

(rep/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.