Lahan Petani Klapanunggal Dicaplok Pengembang

by -

KLAPANUNGGAL – Keberadaan lahan pertanian di Kecamatan Klapanunggal semakin hari makin mengkhawatirkan. Perkembangan perumahaan maupun industri di wilayah itu mengancam punah­nya lahan pertanian di daerah pegun­ungan kapur tersebut.

Salah satunya seperti maraknya peng­embang yang mendirikan perumahan di Desa Cikahuripan dan Desa Bojong. Ma­syarakat di dua desa itu pun menduga pengembang tidak mengantongi izin lan­taran warga tak pernah dilibatkan dalam proses perizinan.

Warga sekitar, Agus Salim (43), mengatakan, lemahnya pengawasan pemerintah dalam perizinan pembangunan perumahan, mem­buat area pertanian disulap menjadi pemu­kiman. “Banyak petani menjual sawahnya ke pengembang dan akhirnya tak ada lagi lahan pertanian di sini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, longgarnya pengawasan semakin membuat pengembang nakal tak menempuh izin sesuai prosedur yang di­tentukan pemerintah daerah. Bahkan terkesan ada main mata antara pengembang nakal dengan oknum pemerintah dalam meloloskan izin perumahan.

“Pemerintah kok mudah sekali membe­rikan izin ke pengembang di sini. Padahal, ini merupakan lahan basah bukan lahan kering,” sambungnya.

Sementara itu, seorang petani Kanen (55) menuturkan, faktor ekonomi lah yang membuatnya melepas lahan dengan harga jual yang lumayan.

“Saya menjual sawah karena butuh uang. Sedangkan harga padi kan tidak menentu. Pemerintah tidak pernah memperjuangkan nasib kami,” pungkasnya.

(edi/b/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *