Ngeri Melintas di Jembatan ‘Maut’ Leuwiranji

by -

RUMPIN – Jembatan Leuwiranji yang men­ghubungkan Kecamatan Gunungsindur dengan Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, kini kondisinya kian memprihatinkan. Minimnya perawatan dan pengawasan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan wilayah Leuwiliang, membuat kondisi jembatan yang terletak di Kampung Leuwiranji, RT 04/02, Desa Sukamulya, Ke­camatan Rumpin cukup mengkhawatirkan.

Pantauan Metropolitan, selain baut besi yang mulai kendur, sebagian besi pelat yang menopang telah patah dan penyangga je­mbatan juga sudah mulai goyang. Hal ter­sebut diungkapkan Obay (40) yang meru­pakan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin. Dia mengaku jembatan tersebut merupakan jantung penghubung dua ke­camatan dan selalu dilalui kendaraan to­nase. “Jembatan ini keberadaannya sangat vital dan selalu dilalui kendaraan tonase, bahkan kendaraan yang melebihi muatan,” bebernya.

Bahkan, lanjut Obay, jika kendaraan besar melintasi jembatan itu menimbulkan geta­ran yang cukup tinggi dan menakutkan pengendara.

Ketua RW 02, Desa Sukamulya Jefri (45) mengaku warganya saat melintas Jembatan Leuwiranji merasa ketakutan. Tak hanya itu, jembatan juga sudah goyang jika dilintasi kendaraan. “Warga meminta Pemkab Bogor segera memperbaiki Jembatan Leuwiranji sebelum memakan korban, karena sangat mengkhawatirkan,” terangnya.

Jefri bahkan menantang pemerintah menge­cek langsung ke lapangan jika memang kurang yakin dengan kondisi jembatan yang sudah mulai rapuh. “Keberadaan jembatan ini sangat penting dan satu-satunya akses penghubung antara Kecamatan Gunungs­indur dan Kecamatan Rumpin. Jangan sam­pai aset ini rusak bahkan menelan korban jiwa,” tuntasnya.

(sir/a/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *