Ramadan, Penjualan Kerupuk Paru Meningkat

by -

METROPOLITAN – Rama­dan memang bulan yang penuh berkah bagi semua orang, tak terkecuali penjual takjil. Salah satunya penjual kerupuk paru yang tinggal di Perumahan Duta Parahy­angan, Blok E, No 10, Kelu­rahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Jika biasanya ia mengha­biskan 5 kilogram paru un­tuk membuat kerupuk, di bulan suci Ramadan ini produksi rumahan milik Edi Sofa itu bisa menghabiskan hingga dua kali lipatnya.

Pemilik Usaha Kerupuk Paru Edi Sofa mengatakan, bulan ini pihaknya mengalami pe­ningkatan produksi yang sig­nifikan. Bahkan jika hari libur, pihaknya justru kewalahan melayani calon pembeli. “Ke­rupuk paru ini pas untuk ca­milan buka puasa, rasanya gurih, cocok untuk yang suka ngemil,” ujarnya kepada Met­ropolitan, kemarin.

Target penjualannya tak hanya di wilayah Bogor, tapi juga hingga wilayah Depok dan Jakarta. Penjualan langs­ung melalui bazar dan pes­anan. “Ada beberapa toko makanan ringan yang sudah rutin memesan,” terangnya.

Baca Juga  Harus Hafal Semua Produk

Soal harga, ia hanya mem­bandrol Rp6.000 untuk ukuran 20 gram, Rp15.000 50 gram serta Rp30.000 untuk kemasan 100 gram dengan pilihan dua rasa yakni original dan pedas. “Baru itu saja, selain keripik paru, kami juga memiliki produk lain, seperti siomai ikan kakap, bak­so ikan batagor ikan dll,” pung­kasnya.

(ano/b/er/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *