Satlantas Depok Perketat Penerbitan SIM

by -

METROPOLITAN.ID | DEPOK – Satlantas Polresta Depok akan memperketat dalam penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Depok. Hal ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalulintas.

Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan, mengatakan salah satu upaya dalam menekan angka kecelakaan di jalan paling sering bagi pengguna kendaraan bermotor. Untuk itu anggota dalam penerbitan SIM di Satpas akan diselektif ketat dengan mengikuti beberapa tes yang akan diujikan bagi peserta.

“Sudah kita mulai untuk lebih diketatkan lagi dalam pembuatan SIM baru bagi masyarakat. Hal ini bertujuan masyarakat agar lebih mantap dan tahu rambu-rambu lalulintas supaya lebih tertib dan tentunya dapat meminimalisir kecelakaan di jalan,”ujarnya kepada Pos Kota, Rabu (1/6) pagi.

Mantan Kapolres Subang ini mengungkapkan terkait jika ada praktek percaloan, pihaknya sudah mengantisipasi sejak dini yaitu dengan menempatkan anggota provos di lingkungan uji praktek SIM.

“Sistem satu pintu kita gunakan dalam proses pembuatan sim. Selain dapat menghindarkan percaloan juga lebih transparan,”ungkapnya.
STANDAR SIM

Sementara itu Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan penerbitan SIM baru pihaknya mengacu kepada Perkap No.9 Tahun 2012 yaitu masyarakat dapat mempelajari soal-soal uji teori dengan belajar mengenai minimal tiga aspek.

Ketiga aspek yang diterapkan tersebut, menurut Kasat yaitu tentang pemahaman tercantum dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJR, lalu Perkap Kapolri No.9 Tahun 2012 tentang SIM, marka-marka dan petunjuk jalan, serta berkaitan dengan PNBP dan pelayanan publik.

“Bagi masyarakat atau peserta uji SIM di Satpas Polresta Depok memang belum lulus dalam pengajuan SIM baru dapat mengulang kembali,”paparnya.

Mantan Kanit Regident Polresta Depok yang berhasil memperoleh piala citra pelayanan publik dari Presiden RI ini mengaku, siap menerima kritikan serta masukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kami sangat apresiasi kritik dan saran dari masyarakat, dan itu akan kami jadikan sebagai pemicu untuk lebih baik lagi ke depannya,”imbuhnya.

Pembuatan SIM yang sudah mulai diperketat ini, lanjut Kasat sudah terbukti dapat mengurangi angka pelanggaran lalulintas selama operasi Patuh Jaya 2016 yaitu 5.015 pelanggar, jika dibandingkan dengan operasi Patuh Jaya 2015 ada 6.173 pelanggar.

(poskotanews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *