Api Hanguskan Pabrik Garmen selama Tujuh Jam

by -

METROPOLITAN – Kebakaran terjadi di pabrik garmen yang berada di Keca­matan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kemarin. Bangunan garmen milik PT Pilar Putra Sejati (PPS) di Jalan Siliwangi, Kampung Tenjoayu itu ludes terbakar diamuk ’Si Jago Merah’ hingga tak tersisa selama lebih dari tujuh jam. Untuk me­madamkan api, pemadam kebakaran (damkar) harus didatangkan dari Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bogor.

Informasi yang berhasil dihimpun, se­kitar pukul 03:00 WIB, api yang berasal dari pabrik di bagian produksi pakaian itu kemudian menjalar ke bagian lain se­belah timur sehingga semuanya ludes tak tersisa. “Sekilas ’Si Jago Merah’ dengan cepat menjalar bagian dalam garmen penampung bahan-bahan yang mudah terbakar,” kata Oday, warga setempat yang kebetulan melihat peristiwa ini.

Kapolsek Cicurug Kompol Sumaryoto mengatakan, petugas di lapangan masih berupaya melakukan pemadaman. “Hing­ga kini belum diketahui secara pasti penye­bab terjadinya kebakaran,” katanya.

Sebanyak 14 unit damkar dikerahkan untuk menjinakkan api. Rinciannya, sembilan unit damkar dari Kantor Dam­kar Pemkab Sukabumi, empat unit dam­kar dari Pemkab Sukabumi dan satu unit dari Kantor Damkar Kota Depok. Hingga pukul 11:00 WIB sejak pukul 04:00 WIB, upaya penjinakan api masih berlangsung. Sudah tujuh jam proses pemadaman tersebut dan petugas tam­pak kesulitan menerobos ruangan lan­taran material bangunan sudah rapuh. Kondisi itu tentu sangat membahayakan petugas.

Petugas hanya bisa menyemprotkan air dari luar bangunan berukuran 150 x 50 meter persegi tersebut. Belum lagi ko­baran api masih terlihat, sebab gudang yang terbakar merupakan tempat penyim­panan bahan pakain yang mudah terba­kar. Satu gudang lainnya yang terbakar yakni tempat penyimpanan pakaian dan celana yang siap ekspor.

“Semua damkar ada 14 unit. Kami kesu­litan mencari sumber air karena cukup jauh dan akses jalan di wilayah ini cukup padat. Sehingga itu menyulitkan pendist­ribusian air dengan damkar,” ungkap staf Seksi Opdal Kantor Damkar Kabupaten Sukabumi Uus Sumarna.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Su­kabumi mengirimkan radiogram was­pada terjadinya kebakaran lahan dan hutan ke semua kecamatan. ”Surat radio­gram baru dikirimkan ke-47 kecamatan menghadapi munculnya potensi kebaka­ran,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Suka­bumi Irwan Fajar. Menurut dia, potensi kebakaran sebenarnya tidak terjadi pada hutan melainkan pada permukiman warga. “Pada Juli ini saja terjadi beberapa kasus kebakaran di beberapa wilayah Sukabumi,” pungkasnya.

(hru/hp/pos/ rol/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *