Galian Tanah di Mekarsari Diprotes Warga

by -

RUMPIN – Pengerukan tanah merah tak berizin (ilegal) di Kampung Panagan, RT 01/11, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, meresahkan warga. Pasalnya sejak adanya pengerukan tanah merah, jalanan mereka ramai truk pengangkut tanah merah yang mondar-mandir hingga mengganggu akses warga.

”Jalan lingkungan kami ini kan sempit, sementara tiap hari bisa puluhan truk mondar-mandir membawa tanah merah. Selain mengganggu akses jalan kami, tanah yang tercecer membuat jalanan berdebu ketika musim panas dan licin ketika hujan. Sehingga hal itu menyebabkan rawan kecelakaan,” kata seorang warga Desa Tamanssari, Amri (35), baru-baru ini.

Amri menuturkan, galian tanah merah tersebut sudah berjalan sekitar satu bulan lalu dan warga belum mengetahui apakah perusahaan yang melakukan galian itu sudah mengantongi izin atau belum. ”Kami sudah mengeluhkan hal tersebut kepada petugas kecamatan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, warga mendesak aparat kecamatan segera mengambil tindakan tegas menutup galian tanah merah ilegal tersebut. Jika dibiarkan bisa-bisa tanah yang dikeruk tidak akan direklamasi dan ditinggal begitu saja. Maka, hal itu bisa menimbulkan longsor di sekitar daerah pengerukan. ”Mereka yang untung dan kami terkena dampak kerugian lingkungannya,” tuturnya.

(pbn/sal/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *