Ini Dia Dua Jenis Tobat yang Terlambat

by -

Pintu ampunan Allah SWT akan selalu terbuka bagi setiap hamba-Nya. Sehingga seseorang yang bertaubat dengan diiringi niat hati yang sungguh-sungguh, akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Akan tetapi ada waktu pintu taubat ditutup dan ampunan tidak lagi diberikan. Sehingga taubat yang dilakukan menjadi terlambat. Berikut ini waktu saat pintu taubat ditutup?

Ketika Matahari Telah Terbit dari Arah Terbenamnya

Rasulullah SAW menyebutkan saat matahari telah terbit dari arah terbenamnya, maka hal itu merupakan tanda atau isyarat akan segera terjadi kiamat. Dunia akan hancur dan kehidupan berakhir.

Pada saat itu pula pintu taubat akan ditutup dan iman serta amal seseorang (yang belum beriman dan beramal) tidaklagi berguna. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelumnya itu,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika Sakaratul Maut

Saat ajal menjemput, tidak ada lagi gunanya seseorang bertaubat meminta ampunan kepada Allah SWT. Sebab pada saat itu pintu taubat telah ditutup, sehingga taubat yang dilakukan adalah taubat yang terlambat.

Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku bertaubat sekarang…’” (QS. An-Nisa’: 18).

Kemudian dalam sebuah riwayat dari Abu Abdurrahman Abdullah Ibn Umar Ibn Al-Khattab disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai pada kerongkonganya,” (HR. At-Tirmidzi dan ia betkata: Hadits hasan).

Bahkan di dalam Al-Qur’an diceritakan tentang penolakan Allah SWT terhadap taubatnya Fir’aun ketika ia sakaratul maut. Sebagaimana disebutkan bahwa, “Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia; ‘Saya percaya bahwa tidak ada ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh bani Israil, dan saya termasuk orang orang yang berserah diri (kepada Allah).’ Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan,” (QS. Yunus: 90-91).

(dre/pal/er)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *