Re-Routing Masih Isapan Jempol

by -

BOGOR – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan Pro­gram Re-Routing Angkot nampaknya masih jadi isapan j e ­mpol belaka. Sebab, hingga saat ini belum ada ke­lanjutan rencana penyebaran angkot ke wilayah pinggiran. Termasuk penggabungan tiga angkot menjadi dua angkot dan tiga angkot menjadi satu bus TransPakuan Kota Bogor.

“Sampai sekarang belum ter­laksana. Sudah tiga bulan ini belum juga ada kelanjutannya. Kami menagih janji walikota Bogor soal rencana re-routing, kok cuma isapan jempol,” kata Ketua Organda Kota Bogor M Ishak.

Ia pun memperta­nyakan apakah infrastruktur untuk tiga angkot menjadi satu bus sudah didukung. “Sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Pembangu­nan terminal perbatasan untuk tiga angkot menjadi dua angkot juga bagaimana, apakah itu sudah dipersiapkan?” sindirnya. ­

Di sisi lain, ia menjelaskan, semua pemilik angkot di Kota Bogor sudah setuju ada tujuh koridor yang akan dibangun untuk bus PDJT Kota Bogor. Meski begitu, ia meminta pe­merintah memberikan jaminan bahwa pemilik angkot menda­pat untung dari rencana terse­but. “Pemkot tetap harus mem­berikan jaminan untung. Jangan sampai sopir angkot jadi tum­bal,” jelasnya.

Disinggung angkot tidak boleh memasuki jalur bus PDJT Kota Bogor, ia mengaku hal itu tidak bisa dilakukan. Sebab, selama ini angkot telah menguasai seluruh jalur yang ada di Kota Bogor, termasuk tujuh koridor yang akan di­gunakan bus PDJT Kota Bogor. Kalaupun mau, pemerintah membeli tanah baru dan membuat jalan sendiri se­perti bus TransJakarta. “Tidak bisa semudah itu. Selama ini jalurnya sudah dikuasai ang­kot. Jangan terlalu memaksa­kan, kecuali pemerintah mau beli tanah sendiri dan buat jalan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali­kota Bogor Usmar Hariman merasa untuk Program Re- Routing pemerintah masih menunggu gebrakan Kadis DLLAJ Kota Bogor Rachma­wati. Semoga mantan sekdis DLLAJ ini tak perlu berlama-lama beradaptasi. Sebab, kon­sekuensi logis sejak Sistem satu Arah (SSA) dipermanen­kan, program yang harus di­kerjakan adalah re-routing. “Saya yakin ibu Rachmawati bisa melakukannya, apalagi pernah duduk menjadi sekdis di DLLAJ,” pungkasnya.

(rez/b/ feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *