Tanah Retak, Ratusan Warga Ngungsi

by -

METROPOLITAN – Bencana pergerakan tanah yang menerjang Desa Cimenteng dan Nagrakjaya, Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, memaksa ratusan warga mengungsi. Rumah mereka mengalami kerusakan akibat terjadinya pergerakan tanah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat 14 rumah rusak berat, 43 rusak sedang, dan 109 lainya rusak ringan. Belum lagi dua masjid rusak berat serta lahan persawahan dan kebun seluas 10 hektare ikut rusak berat, Jumat (22/7/2016).

Terkait bencana pergerakan tanah itu, BPBD Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat. Penyebab bencana pergerakan tanah tersebut diduga akibat gerusan tanah setinggi puluhan meter bersumber dari Gunung Sapu yang berada di dekat pemukiman.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Sukabumi Andi Kusnadi mengungkapkan, tanda pergeseran tanah terjadi mulai Minggu (17/7) yang mengalami peningkatan pada Rabu (19/7). Hasil pengamatannya, kondisi lahan dan bangunan rumah mengalami retakan hingga beberapa sentimeter. Sebagian rumah warga mengalami kemiringan sehingga jika terus-menerus diguyur hujan bakal terancam ambruk. Sebagian warga yang rumahnya mengalami rusak sedang dan ringan telah diungsikan ke tempat lebih aman karena sangat mengancam keselamatan mereka,” kata Andi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri mengaku prihatin dengan bencana pergerakan tanah tersebut dan mengaku sudah meninjau lokasinya. “Kini fokus membantu warga di sekitar lokasi pengungsian seperti mendistribusikan bantuan,” katanya.

Baca Juga  Pria Ini "Ngemil" 3 Kilogram Cabai, Setiap Hari

(pos/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *