Gara-gara Pungli, Bapemdes Diperiksa Inspektorat

by -

METROPOLITAN – Badan Pember­dayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemdes) Kabupaten Sukabumi segera diperiksa Inspektorat Kabupaten Sukabumi. Pemeriksaan itu terkait du­gaan pungutan liar alias pungli sebesar Rp1 juta kepada 382 desa di Sukabumi.

“Kita akan membentuk tim khusus un­tuk memeriksa kebenarannya dan hasil­nya akan kita dilaporkan ke bupati apakah benar atau tidak,” kata Kepala Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Dae­rah (P2UPD) Inspektorat Kabupaten Su­kabumi Rukminto.

Di tempat terpisah, salah seorang LSM Tipikor Bidang Divisi Investigasi Anwar RS mengatakan, terkait permasalahan Bapemdes, pihaknya menilai sebagai pe­merasan dan tidak diperbolehkan. “Se­harusnya pihak desa saja yang mem­buat, tinggal Bapemdes yang mengara­hkan dan memberikan contoh bender itu ke desa masing masing,” ujarnya. Jika Bapemdes yang meminta secara langsung, lanjut Anwar, merupakan bentuk tindakan ilegal.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 382 desa yang ada di Kabupaten Sukabumi dimintai uang Rp1 juta dari Anggaran Dana Desa (ADD) oleh Bapemdes Kabu­paten Sukabumi. Alasannya, uang itu untuk pembuatan bender atau papan anggaran transparansi yang berguna bagi masyara­kat agar mengetahui ke mana dana diang­garkan serta untuk pembelian buku petunjuk cara penggunaan ADD.

Sedangkan Kepala Bapemdes Dedi Ka­ryadi membenarkan adanya pungutan tersebut. “Itu kan untuk kepentingan desa, juga agar masyarakat mengetahui ke mana dana anggaran dikucurkan dan dikasih buku panduan ADD,” kata Dedi. Sementara salah seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya men­gatakan, secara organisasi pihak desa merasa keberatan lantaran dana Rp1 juta bisa digunakan untuk keperluan lain.

(man/hep/er/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *