PKL OLEH-OLEH TUNTUT KEADILAN

by -

Metropolitan.id – CISARUA Pasca pembongkaran lapak pedagang buah dan oleh-oleh di Puncak, dua minggu lalu, nasib para Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah tersebut jadi tak menentu. Mereka tak lagi memiliki pekerjaan tetap.

Setiap hari mereka hanya memandangi puing-puing bekas bangunan lapak me­reka usaha sejak puluhan tahun lalu. Belum ada kejelasan apa yang akan me­reka lakukan untuk menghidupi keluar­ganya.

Mereka masih berharap bisa berdagang seperti biasanya karena hanya itu satu-satunya keahlian mereka. ”Mau cari kerja kan susah Mas, lagian kita tidak punya skill apa apa. Sementara dapur dan biaya hidup harus terus keluar setiap hari,” ujar Anto, salah satu pedagang saat ditemui di lokasi bekas lapaknya, kema­rin.

(ash/a/sal/run)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *