Program Belum Terealisasi, Warga Diminta Bersabar

by -

Desa Pasirjaya dan Ciburayut, Kecamatan Cigombong, mulai mempersiapkan penyusunan rencana pembangunan di 2017 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa. Agar Musrenbang berjalan sukses, kedua desa tersebut menggelar pra-Musrenbang desa di desanya masing-masing.

PERTEMUAN yang berlangsung di aula Kantor Desa Pasirjaya itu terlihat ramai. Sejumlah aparat RT, RW, LPM, BPD serta sejumlah tokoh agama, masyarakat dan pemuda, berdatangan mengikuti kegiatan pra-Musrenbang tersebut. Se­jumlah isu pembangunan pun jadi pem­bahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari pembangunan jalan, posy­andu hingga infrastruktur lainnya. Baik yang sudah terealiasi maupun yang belum.

”Saya minta ketua RT, terutama warga yang telah mengajukan usulan yang be­lum terealisasi, saya minta bersabar ka­rena usulan bukan hanya dari desa kita saja, melainkan se-Kabupaten Bogor. Maka saya berharap bagi yang belum terealisasi, tahun depan akan mendapat­kannya,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Pasirjaya Edi di hadapan peserta rapat.

Pada waktu bersamaan, di Kantor Desa Ciburayut juga ada kegiatan yang sama. Kegiatan pra-Musrenbang di desa terse­but juga tak kalah ramai dan seru. Tak kurang dari 44 ketua RT dan delapan ketua RW hadir dalam pertemuan itu.

Sekdes Ciburayut Dulloh mengatakan, manfaat dari Musrenbang itu yakni se­bagai bahan pengajuan tingkat desa dari usulan ketua RT dan RW yang nanti­nya akan dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan. Usulan warga Desa Cibu­rayut selain infrastruktur, pengajuan yang diterima pemerintah desa dari ketua RT dan RW yaitu UKM, pertanian dan posy­andu.

“Banyak usulan yang kita tampung atau kita data untuk dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan. Umumnya infrastruk­tur, tetapi ada juga yang mengajukan UKM, pertanian dan posyandu. Saya juga berharap pengajuan yang tidak bisa di­realisasikan pemerintah desa, pemda segera merealisasikannya. Sebab warga banyak yang sering bertanya kapan dana tersebut cair. Seakan-akan dana tersebut disalahgunakan oleh kami, yang ternya­ta memang belum keluar.

Selain itu, pembangunan yang meng­gunakan dana pemerintah itu sangat benar-benar dirasakan masyarakat di bawah. Contohnya jalan yang sering saya lewati, hingga kini belum juga di­bangun. Padahal karena saya dari pe­merintah, ya saya mengerti tentang kesulitannya. Maka saya hanya bisa memohon kepada warga agar bersabar saja dulu. Toh kalau dana sudah turun, jalan pasti akan dibangun,” ujarnya.

(nto/b/sal/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *