SDN PAPANDAYAN BAKAL PUNYA GURU PAK

by -

BOGOR – Guna meningkatkan iman dan takwa serta membentuk karakter dan budi pekerti peserta didik yang baik, SDN Papandayan bekerja sama dengan orang tua murid akan ’mendatangkan’ guru honor Pendidikan Agama Kristen (PAK).

Bahkan, tak tertutup kemungkinan pihak sekolah juga akan mencari guru ’honor’ untuk Pendidikan Agama Budha dan Hin­du. Ini dilakukan jika jumlah siswanya men­capai puluhan orang. Honornya akan di­ambil dari dana Bantuan Operasional Se­kolah (BOS) serta dibantu orang tua siswa nonmuslim.

”Insya Allah, program peningkatan pen­didikan berkarakter dan berbudi pekerti yang baik ini berjalan sesuai visi dan misi sekolah ini. Apalagi, orang tua siswa nonmuslim, khususnya beragama Kristen, telah siap membantu serta mendukungnya,” ujar Kepala SDN Papandayan, Hamzen ketika dihubungi Metropolitan, kemarin.

Menurut Hamzen, ’disediakannya’ guru honor PAK di sekolah ini tak lain berda­sarkan Undang-Undang Dasar 1945 BAB XI tentang Agama (amandemen) Pasal 29 ayat 1 dan 2 serta UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), BAB V Pasal 12 ayat 1 (a).

Baca Juga  ORTU SISWA SMAN 1 NYUMBANG RP6 MILIAR

Dalam aturan tersebut dikatakan, setiap peserta didik pada setiap satuan pendi­dikan berhak mendapat pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya dan diajarkan pendidik yang seagama. Jadi, untuk sistem pembelajarannya, lanjut mantan kepala SDN Margajaya Bogor Barat ini, pihak sekolah akan melakukan­nya dengan sistem penggabungan dengan kelas paralel lainnya. Namun, apabila kurang dari 15 siswa, pihak sekolah akan bekerja sama dengan sekolah lain atau lembaga keagamaan yang ada di wi­layah Kecamatan Bogor Tengah.

”Atas dasar undang-undang dan Peraturan Pemerintah No 55/2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan BAB II Pasal 4 ayat 1 itulah, kami bersama orang tua siswa bera­gama Kristen mencari guru honor PAK. Ka­rena guru PAK PNS belum ada di sekolah ini. Bahkan kami juga akan mencari guru agama lainnya jika ada siswa beragama Budha dan Hindu,” pungkas Hamzen.

Baca Juga  Nggak Ada Ujian Nasional Perbaikan di Tahun Pelajaran 2017

Sementara itu, sejumlah orang tua siswa nonmuslim menyambut baik niat pengelola pendidikan SDN Papandayan tersebut. Terutama dalam peningkatan pendidikan budi pekerti dan pendidikan karakter serta melaksanakan program Nga-Bogor Bodas.

”Kami sangat mendukung program ke­pala SDN Papandayan itu. Karena apa yang diprogramnya tersebut niatnya untuk ke­baikan. Mudah-mudahan tidak disalahar­tikan,” ujar salah salah satu orang tua siswa yang mengaku bernama Ny Christin ke­pada Metropolitan.

(tur/ar/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *