DISTANHUT LARANG ALIH FUNGSIKAN LAHAN PERTANIAN

by -

CIBINONG – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Bo­gor melarang keras mengalihfungsikan lahan pertanian untuk dijadikan pembangunan perumahan di Bumi Te­gar Beriman. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pangan Distanhut Kabupaten Bogor Prasetiowati.

Menurut dia, apa pun yang terjadi pihaknya melarang keras dan tidak akan mengizinkan lahan pertanian di kabu­paten dijadikan pembangunan peru­mahan atau apa pun bentuknya. “Kalau dialihfungsikan bagaimana mau men­capai target yang ditentukan, karena kami punya target swasembada benih yang nantinya akan menghasilkan be­ras. Sedangkan beras sendiri merupa­kan kebutuhan pokok warga,” tuturnya.

Tak hanya itu, lanjut Prasetiowati, program tersebut juga menjadi satu dari 25 penciri kabupaten termaju di Indonesia. “Kami terus berkoordinasi dengan instansi lain, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas BPMPTSP untuk memperketat pengembang agar tidak menerobos aturan yang sudah ada,” ujarnya.

Dengan begitu, Prasetiowati berharap lahan pertanian dapat terus dijaga sta­bilitasnya dan menjadi pemasok padi terbesar di Indonesia untuk tahun men­datang. “Saya berharap siapa pun nanti pengganti saya, setelah pensiun dapat terus menjaga lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan. Kalaupun ada yang menerobos akan segera dit­indak,” tegasnya.

Baca Juga  Wakil Bupati Sentil Disdukcapil

Di tempat berbeda, Kepala Bidang Pembinaan dan Pemeriksaan (Bina­riksa) Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho menegaskan, pihaknya tak akan segan–segan memberhentikan peng­erjaan yang sedang berjalan apabila melanggar peraturan daerah (perda). “Kami akan berhentikan, karena perda harus ditaati,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, menyusut­nya lahan persawahan, membuat Dist­anhut segera mengajukan Perda tentang Lahan Sawah Abadi. Saat ini terdapat dua dari 40 kecamatan yang sudah diambil gambar dan diukur luasnya lewat citra satelit. Yakni persawahan di Kecamatan Pamijahan seluas 2.175 hektare dan Tenjolaya 1.108 hektare.

Adapun 38 kecamatan lainnya akan diambil pada 2017 dengan menggan­deng Badan Informasi Geospasial (BIG). Targetnya, Distanhut ingin memperta­hankan 45.178 hektare yang ada saat ini alias tak ada lagi alih fungsi lahan pertanian.

Baca Juga  Walikota Gagas Pusat Kuliner Baru di Jalan Pajajaran-Sukasari

(yos/b/sal/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *