Banyak Pekerja Asing, Bupati Ngadu ke Menkopolhukam

by -

METROPOLITAN – Penang­kapan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China oleh Petugas Imigrasi Bogor mendapatkan respons positif dari Bupati Bogor Nurhayanti. Menurut dia, sebenarnya banyaknya TKA yang masuk ke Indonesia, khususnya di Kabupaten Bo­gor kemungkinan karena adanya pengembangan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Keberadaan mereka pun tidak bisa dibatasi ka­rena sudah dilindungi undang-undang.

Sepanjang kehadirannya memenuhi persyaratan ad­ministrasi tentu diizinkan. Akan tetapi, jika sebaliknya tentu pemerintah wajib men­indaknya. “Boleh saja asalkan memenuhi persyaratan ad­ministrasi. Tetapi yang jadi persoalan kan mengenai izin yang tidak dilanjuti penem­patannya, sehingga pajaknya pun masuk ke pusat bukan pemerintah daerah. Ini yang akan kita bahas,” katanya.

Baca Juga  Jaga Kamtibmas, Polisi Tarling Di Setiap Desa

Nurhayanti mengaku pi­haknya telah bersurat untuk mengundang menkopolhukam dapat mengantisipasi wilayah Puncak, Kabupaten Bogor tidak dijadikan daerah tujuan

 para imigran. Karena keberadaan mereka sudah sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat. “Perilaku mereka berbeda dengan masyarakat kita. ­

Di lapangan suka ada gese­kan juga. Ini yang akan kita bahas dengan menkopolhu­kam dan salah satu bentuk antisipasi kita agar tidak ada yang tahu-tahu TKA nanam cabai bermasalah,” ujar Nur­hayanti.

Tak hanya itu, ia juga menga­ku akan mengumpulkan seluruh camat dan membe­rikan arahan agar aparatur wilayah dapat membantu secara penuh dalam mening­katkan sistem keamanan ling­kungan dan mendeteksi ke­beradaan TKA di perusahaan-perusaahan yang ada di Ka­bupaten Bogor.

Baca Juga  MMBC Tour And Travel Sulap Rumah Jadi Kantor

“Beberapa camat juga sudah memberikan surat ke peru­sahaan-perusahaan yang mempekerjaan TKA. Tim pengawasan orang asing (pora) Kabupaten Bogor juga sudah mendeportasi seba­nyak delapan TKA yang tidak memenuhi persyaratan ad­ministrasi keimigrasian, itu juga masih ada lagi yang be­lum terdeteksi,” ujarnya.

Sebelumnya, belasan pe­kerja tambang Warga Ne­gara Asing (WNA) dibekuk Petugas Imigrasi Bogor di lokasi tambang milik PT BCMG, Desa Cintamanik, Kampung Cihideung, Kecamatan Cigu­deg, Kabupaten Bogor. WNA yang tertangkap langsung ditahan petugas di Kantor Imigrasi Kelas I Bogor untuk segera diperiksa lebih lanjut. Dari 18 WNA, hanya enam WNA yang dapat menunjuk­kan dokumen resmi berupa paspor.

Kepala Imigrasi Kelas I Bogor Herman Lukman menjelaskan, beberapa WNA yang dapat menunjukkan identitas res­minya langsung dipulangkan. Namun, paspor milik WNA tersebut terpaksa diamankan untuk didalami. “Pihak imigra­si akan melakukan tindakan deportasi bagi yang memi­liki paspor.

Baca Juga  30 Anggota PKH Belajar Usaha Pecel Lele

(rez/b/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.