Bima Pastikan Angkot Jangkau 68 Kelurahan

by -

METROPOLITAN – Untuk men­gurai kemacetan yang terjadi di Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera menerapkan program rerouting angkot pada akhir Februari mendatang. Dalam penerapan rerouting tersebut, nantinya akan ada perubahan beberapa trayek.

Dari 23 rute trayek angkot yang  ada, nantinya akan menjadi 30 trayek yang menjangkau 68 kelurahan di Kota Bogor.

Walikota Bogor Bima Arya men­gatakan, rerouting ini memang salah satu program untuk men­gurai kemacetan di Kota Bogor. “Kalau melihat dari kesiapan kon­sep, landasan hukum dan pro­gres sosialisasi, kita optimis akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Telah disepakati, Insya Al­lah pertengahan Februari ini akan segera dimulai rerouting,” ujarnya kepada Metropolitan.

Dalam penerapan rerouting tersebut, menurutnya, akan ada lima rute baru dan ada beberapa lagi penyesuaian. Angkot yang awalnya hanya menjangkau 59 kelurahan kini akan menjangkau 68 kelura­han di Kota Bogor. “Ini untuk lebih melayani warga Bogor secara maksimal karena rutenya menjangkau semua. Ini adalah bagian dari proses konversi an­gkot menuju bus TransPakuan,” terangnya.

Baca Juga  Tangisan Reza Pecah

Dari 2.381 angkot yang ada, akan ada pengurangan sebanyak 700 angkot. Sisanya akan digeser ke pinggir wilayah kota dan men­jangkau sejumlah wilayah yang saat ini belum dimasuki kenda­raan umum. “Jadi, pusat kota akan berkurang 700 angkot dan hal ini sudah dibahas beberapa instansi terkait dan nantinya juga akan ada kepadatan di wilayah Tajur. Antisipasinya kita akan menambah petugas dan titik-titik mangkal atau memutar akan kita siapkan,” paparnya.

Program rerouting angkot yang telah lama diwacanakan nantinya akan serentak diber­lakukan di Kota Bogor, dimulai di koridor utama di Kota Bogor dan angkot menjadi fedder di pinggir. “Tetapi kita sedang menawarkan siapa yang akan melayani koridor utama dan konsekuensinya harus dikon­versi menjadi bus. Misalnya dari badan hukum harus siap mengonversi dan kita akan berikan waktu beberapa bulan. Empat sampai lima bulan untuk pengadaan bus, dari tiga ang­kot menjadi satu bus,” katanya.

Baca Juga  Renovasi Kebun Raya Habiskan Duit Rp182 Miliar

Selain rerouting, ada pula pro­gram jangka panjang agar zero angkot di Kota Bogor. Sehing­ga, nasib angkot nantinya akan sama seperti bemo dan becak yang akan diganti bus. “Tetapi nantinya 10-15 tahun ke depan angkot ini akan menjadi sejarah. Mungkin walikotanya bukan saya lagi dan yang menjadi moda transportasi utamanya adalah bus,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Ra­khmawati menjelaskan, setelah dilakukan rerouting maka selu­ruh kelurahan di Kota Bogor ter­jangkau angkot. “Ini merupakan salah satu cara memaksimalkan pelayanan terhadap warga Bo­gor dan juga bagian dari proses konversi angkot menuju bus TransPakuan,” tuturnya.

Pihaknya menjamin rerout­ing angkot yang dilakukan tak akan mengurangi ataupun menambah jumlah angkot yang sudah ada saat ini. Tetapi lebih kepada pemerataan an­gkot ke tempat-tempat baru yang sebelumnya tak terjang­kau.

Baca Juga  Tari Soya-soya Maluku sampai Gendang Beleq NTB Bisa Ditonton

 (mam/c/feb/run)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.