Cgm 2017 Tetap Gelar Seni

by -

 BOGOR – Budayawan menilai pe­rayaan Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) 2017 tidak hanya menampilkan kebudayaan etnis Tionghoa, tapi juga berbagai gelaran seni dan budaya nu­santara. Hal itu mencerminkan sebagai ajang pemersatu bangsa.

Budayawan Sunda Wahyu Affandi Suradinata atau akrab dipanggil Ki Wa­hyu menyebut, sejak 2014 meski tidak resmi, CGM ini diklaim sebagai pesta rakyat. Awalnya banyak sekali yang protes dan mengkritiknya.

“Dulu ketika saya ke Bandung ba­nyak yang mencemooh, katanya di Bogor sudah tidak ada lagi orang Sunda, sampai CGM dianggap sebagai pesta rakyat. Memang sulit menjawab­nya karena selama ini komunitas Sun­da tidak ada yang mengadakan acara semeriah itu,” katanya.

Baca Juga  Hiks... Kontrak Habis, Kantor Kelurahan Pakuan Bogor Segera Dipindah

Menurut dia, pihaknya belum pernah menggelar acara semeriah CGM, meski pernah ada pada masa Walikota Bogor Iswara. “Memang pertanyaan itu sedi­kit mencibir dan mencemooh. Saya bilang 2015 kalian (budayawan Bandung, red) harus datang, itu tuh orang-orang Bogor. Silakan menginap di tempat saya. Pada 2015 terdapat 17 orang yang datang, pada 2016 ada 64 orang dan tahun ini mereka akan datang lagi,” pungkasnya.

(hb/yos/mg2/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *