Jangan Sewakan Rumah pada Imigran!

by -

CISARUA – Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Republik Indonesia bersama imigrasi mengadakan rapat koordinasi terbatas (rakortas), baru–baru ini.

Isu utama rakortas membahas tentang penempatan pencari suaka dan pengungsi agar keluar dari kawasan wisata Puncak, Kecamatan Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor. Pasalnya, kehadiran imigran di Puncak kerap menimbulkan masalah.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, hasil yang dirumuskan dari rapat yaitu melakukan pendataan ulang dan sosialiasasi agar warga dari Timur Tengah dan negara lainnya yang mencari suaka di wilayah selatan Kabupaten Bogor tidak boleh bekerja dan membuka usaha serta meminta menjaga perilaku mereka.

Selain itu, Nurhayanti meminta kepada masyarakat di kawasan wisata Puncak agar tidak menyewakan rumahnya untuk para imigran. Hal itu agar tidak ada gesekan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga  DIA BUPATI YA?

“Makanya, peran masyarakat juga sangat penting biar gesekan tidak terjadi, yakni dengan tidak menyewakan rumah ke imigran,” tegasnya.

Sementara, Asisten Deputi Bidkor Penanganan Kejahatan Transnasional dan Kejahatan Luar Biasa Kemenkopolhukam Brigjen Pol Drs Chairul Anwar menyatakan, jumlah imigran yang berada di Indonesia sekitar 14.191 orang. Menurut data dari imigrasi, jumlah imigran yang berada di kawasan Puncak sebanyak 1.666 orang.

Sehingga dengan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena jumlah mereka akan bisa bertambah banyak bila penanganan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait tak dilakukan.

“Tidak ada payung hukum untuk menangani masalah imigran. Namun pemerintah daerah sebagai lembaga terkait harus bersama-sama mencari solusi agar Indonesia tidak dijadikan tempat kunjungan para imigran,” ungkap Chairul Anwar.

Baca Juga  Beroperasi Akhir 2018

Pemkab Bogor sendiri telah membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) dengan hasil pendataan sekitar 1.500 imigran yang berdomisili di kawasan Cisarua. Mereka melakukan aktivitas membuka usaha dan bekerja bahkan pernah ditemukan katinon bersama BNN.

(ash/b/suf/mg3/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.