Meriam Yon Armed 7/105 GS Bekasi Jadi Wisata Selfie

by -

Kedatangan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe ke Istana Bogor untuk bertemu Presiden RI Joko Widodo kemarin, ditandai dengan 19 dentuman meriam Batalyon Artileri Medan (Armed) 7/105 GS Bekasi.
Selain itu, kedatangan Shinzo Abe ini disambut 200 pelajar yang berdiri di sepanjang pedestrian Kebun Raya Bogor.
Komandan Batalyon (Danyon) Armed 7/105 GS Bekasi Mayor Arm Arif Rahman mengatakan, meriam 75 milimeter salute gun memang biasa digunakan untuk menyambut tamu negara. Baik Presiden atau Perdana Menteri.

Menurut Arif, setiap tamu negara biasanya diletuskaan 19 atau 21 dentuman, tergantung tamu negara siapa yang diterima. Untuk peraturan berapa jumlah letusan saat menerima tamu negara, menurut Arif, sudah diatur Pasukan Pengamanan Presiden (paspampres). Dalam mengoperasikan meriam salute gun saat menerima PM Jepang di Istana Bogor, meriam Batalyon Artileri Medan (Armed) 7/105 GS Bekasi menerjunkan satu kompi prajurit. “Karena untuk satu meriam saja membutuhkan tiga anggota yang mengoperasikannya,” terangnya, kemarin.
Meriam 75 milimeter salute gun ini juga biasa dipakai ketika perayaan HUT RI di Istana Merdeka. Menurut Arif, hanya Armed 7/105 GS Bekasi yang masih memiliki meriam 75 milimeter salute gun di Indonesia. “Hanya kita yang ada meriam 75 milimeter salute gun dan meriam ini sering digunakan di HUT RI atau menjamu tamu-tamu negara,” paparnya.
Sementara itu, pasca Yon Armed 7/105 GS Bekasi meletuskan 19 dentuman untuk menjamu tamu kenegaraan, meriam pun menjadi objek masyarakat melakukan foto-foto. Sejumlah pelajar dan ibu-ibu silih berganti meminta foto kepada anggota TNI bersama meriam yang diletuskannya.

Baca Juga  Drum Band Hambalang Hibur Warga Kota Bogor

(mam/b/ram/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *