Pembayaran Sistem Online, Dinilai Merepotkan Pelayanan

by -

METROPOLITAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terus berupaya melakukan terobosan guna memberantas praktik pungutan liar (pungli) di kalangan pendidikan, yakni dengan sistem transaksi secara elektronik atau online.
Sistem online tersebut, akan diterapkan mulai dari pembelian buku hingga pengadaan barang. Sehingga, nantinya mampu mengurangi pungutan liar di sektor pelayanan publik karena transaksi tidak lagi dilakukan melalui tatap muka.
Menanggapi hal tersebut, para kepala sekolah di Kota Bogor, menganggap sistem terbaru ini dikhawatirkan akan merepotkan sistem pelayanan pendidikan di sekolah. Karena, sejauh ini pelayanan di sekolah masih manual. ”Kami belum bisa memberi tanggapan lebih jauh, karena sistem terbaru ini belum baca peraturannya seperti apa. Sebab, di dalamnya pasti ada juklak juknisnya tentang bagaimana cara pelayanan secara online,” kata sejumlah Kepala SD saat ditemui Metropolitan.
Mereka menjelaskan, sekolah yang ada di Kota Bogor mungkin bisa saja melakukan sistem online. Akan tetapi, bagaimana dengan sekolah yang berada di pedesaan atau pegunungan, tentu kesulitan untuk mengaksesnya. Sebab, sekolah mereka sulit mendapat sinyal atau jaringan internet. Di sisi lain, ada juga kepala sekolah yang enggan memberi tanggapan. Seperti halnya Kepala SDN Bangka 3 Bogor Hj Suyarsih. ”Maaf mas, saya tidak bisa komentar apa-apa (no comment). Terkait hal itu, silakan tanya ke yang lain atau yang ahli bicara,” pungkasnya.

Baca Juga  Ruang Kepala Sekolah dan Guru SDN Sempurkaler Kembali Hidup

(her/tur/ar/ram/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *