Santuni Ribuan Janda, Atty Sampaikan Pendidikan Politik

by -

Blusukan sambil Peringati Ultah Ketum PDI Perjuangan ke-70
Sebulan terakhir anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya terlihat wara-wiri ke kampung-kampung. Atty sibuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, terutama kaum ibu. Kemarin, Atty menuntaskan pertemuan dengan ratusan warga di dua kelurahan berbeda, yakni Kelurahan Babakanpasar, Kecamatan Bogor Tengah dan Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur. Kegiatan itu pun dibalut dengan  peringatan HUT Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan santunan janda.

Laporan: Nur Arifin

SENIN (23/1) lalu, Megawati Soekarnoputri genap berusia 70 tahun. Tak banyak kader partai berlambang banteng yang ‘ngeh’ dengan hari kelahiran pimpinannya. Namun tidak bagi Atty Somaddikarya. Srikandi politik ini langsung menginisiasi dan merangkaikan kegiatan sehari-hari dengan acara peringatan HUT Megawati. Sebab bagi Atty, Megawati adalah sosok perempuan yang menginspirasi. Tak hanya tangguh, Megawati juga dianggap sebagai panutan dalam hidup dan berpolitik. “Beliau juga wanita pemersatu bangsa,” katanya saat ditemui di Kantor Kelurahan Babakanpasar, kemarin.

Baca Juga  Bima Bakal Pasang Badan Soal Tunggakan Gaji Karyawan PDJT

Oleh sebab itu, kegiatan blusukan Atty kemarin di dua kelurahan dipadukan dengan penyampaian pesan politik Megawati dan santunan ratusan janda. Sebab, Atty menilai janda sepuh merupakan sosok perempuan perkasa.
Dalam pesannya, Atty menyatakan bahwa masyarakat, khususnya warga Kota Bogor, jangan mudah termakan isu hoax yang dapat memecah-belah Negara Kesatuan Rapublik Indonesia (NKRI). “Belakangan, banyak tudingan miring yang dilontarkan oknum tak bertanggung jawab kepada PDI Perjuangan. Mereka nyinyir dan berpandangan bahwa PDI Perjuangan anti-Islam. Padahal kan tidak demikian. Justru partainya adalah pengawal NKRI dan pancasila,” tuturnya. “Saya juga menyampaikan ke masyarakat jika Presiden Jokowi sudah menetapkan 1 Juni hari lahir Pancasila. Ini sebagai penghormatan terhadap ideologi bangsa,” sambungnya.

Baca Juga  Pemdes Limusnunggal Gelar Isra Miraj dan Santunan

Usai memberikan pencerahan politik, ketua Koperasi Serba Usaha Karya Mandiri itu memberikan sedikit rezeki kepada mereka sebagai niatan mengurangi beban hidup beberapa hari ke depan. Sebab, perempuan adalah ibu yang melahirkan calon pemimpin dan penerus generasi bangsa. Aksi tersebut pun sebagai pengejawantahan bahwa PDI Perjuangan peduli terhadap wong cilik, terutama para janda. “Target seribu janda akan saya sambangi dua kecamatan ini,” tandas wanita yang juga menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Bogor itu.

(fin/b/ram/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *