Satu Orang Dibanderol Rp3 Juta

by -

Setelah Kasus Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang marak bersem­bunyi di pelosok Kabupaten Bogor, penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Kabupaten Bogor diduga tak kalah banyak. Ini menyusul terbong­karnya praktik dugaan penyelundupan tenaga kerja ke luar negeri secara terlarang di sebuah rumah mewah di Gunungputri.

INFORMASI yang dihimpun, dua orang TKI berhasil digagalkan be­rangkat ke Arab Saudi, Senin (16/1) lalu. Namun tidak dengan 16 orang lainnya yang su­dah diterbangkan ke negeri Timur Tengah. AG (39), pe­milik rumah mewah itu secara terang-terangan mengaku pernah menyalurkan tenaga kerja ilegal ke Arab Saudi.

Saat itu ia sengaja jelajah ke pelosok desa demi mencari mangsa calon TKI baru. Tak hanya di Kabupaten Bogor, ia juga mengintai wanita lain dengan tawaran bekerja di luar negeri.

Ini seperti pengakuan AG, pasca penggerebekan tem­pat penampungan TKI Ilegal di Perumahan Kota Wisata, Cluster Pesona Paris Blok C3/9, Kecamatan Gunungputri.

Baca Juga  Gilirian Kantor PAC PDIP Cileungsi Bogor yang Dilempar Molotov

“Dia mengaku pernah men­jadi calo TKI. Mereka itu nanti dikrim ke agennya. Total su­dah ada 16 orang yang dib­erangkatkan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Gunungputri Ipda Imam Junaedi.

Berdasarkan pengakuan AG, lelaki asal Kampung Dusunka­rang, Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, sekali transaksi satu orang calon TKI dibanderol Rp3 juta. “Dari agen dia dapat imbalan Rp3 juta per orang,” ucap dia.

Jika dihitung-hitung, dari 16 orang yang diberang­katkan, total Rp48 juta yang telah masuk kantong AG. Saat penggrebekan, IR (31) warga kampung Lemburgede, RT 04/04, Desa Gununghalu, Ke­camatan Gununghalu, Kabu­paten Bandung Barat dan SN (41) warga Kampung Batuka­sur, RT 03/02, Desa Tanjung­sari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, wanita yang diduga calon TKI itu, disebut sebagai pembantu AG.

Baca Juga  Naskah Soal UPTS  SD Tidak Memenuhi Standar

“Setelah dimintai keteran­gan, dua orang itu ngakunya sebagai pembantu dan baru kerja tiga bulan. Akhirnya mer­eka hanya wajib lapor saja,” beber Iman.

Saat penggerebekan, ked­uanya tak berkutik dihadapan petugas Dinas Ketenagak­erjaan dan Transmigrasi Ka­bupaten Bogor. Ketiganya sementara dibebaskan karena barang bukti yang dimiliki polisi tak kuat untuk mene­tapkannya sebagai tersangka.

“Informasi awalnya itu ada sepuluh orang yang di sana. Kata warga memang banyak yang suka datang ke sana. Dugaannya itu dia penyalur. Tetapi karena barang buktinya tidak kuat, sementara dibe­baskan,” aku Iman.

Ada dugaan pengiriman calon TKI itu juga berkaitan dengan upaya penggagalan 196 calon TKI di Kepulauan Riau. Sebab dari calon TKI yang ditahan, mereka diambil dari wilayah Jawa Barat.

Ini seperti yang diungkap Di­rektur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Eko Puji Nugroho. “Calon TKI yang hendak dipekerjakan secara ilegal tersebut kebanyakan berasal dari Jawa Timur, khu­susnya Madura, Nusa Teng­gara Barat dan Jawa Barat,” terangnya.

Baca Juga  Bangga Menjadi Petani

Sedikitnya ada 196 calon TKI yang gagal diberangkatkan menuju Malaysia. Mereka di­tangkap di tempat berbeda di Batam. Sebanyak 22 orang diamankan saat keluar dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan tiga mo­bil. Selanjutnya dalam pengem­bangan diamankan 74 calon TKI di Ruko Gloria View Batam Centre dan 101 orang di Ruko Valey Park Batam Centre.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pos Erlangga me­nambahkan, upaya pencega­han TKI ilegal sangat minim dukungan. Padahal pencega­han keberangkatan TKI ilegal ini butuh sokongan berbagai pihak. “Upaya mencegah ini belum mendapat dukungan dari instansi berwenang,” ucapnya.

(ads/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *