Tragis! Mahasiswi Dibunuh Kakak Kandung

by -

METROPOLITAN – Belum juga sepekan, dua mahasiswi tewas dibunuh secara keji. Yang terbaru, Murniati (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meregang nyawa di rumahnya, Selasa (10/1) lalu. Selidik punya selidik, ternyata kakak kandungnyalah yang tega menghabisi nyawa sang adik. Urusan warisan pun disebut-sebut jadi motif di balik pembunuhan tragis ini.

Kurang dari 24 jam, kasus kematian Murniati akhirnya terkuak. Belum juga jasad­nya dikebumikan, kemarin polisi berhasil mengungkap dalang di balik tewasnya dara kelahiran 10 Agutus 1995 itu. Seperti petir di siang bolong, pengungkapan kasus pembunuhan itu membuat keluarga syok.

Tak ada yang mengira jika sosok wanita yang dikenal tangguh itu dibunuh kakak kandungnya, AR (30). “Ayahn­ya masih syok. Kalau saya prib­adi belum bisa menanggapi,” ujar kakak angkat Murniati, Basit Al Hanif.

Selama ini, Murniati ber­juang sendiri untuk biaya kuliah. Seluruh waktunya hampir dihabiskan untuk kuliah dan bekerja. Nama Murniati tercatat sebagai seorang drafter di sebuah perusahaan swasta. Namun, tekadnya menempuh pendi­dikan tinggi harus terhenti. Sang kakak rupanya tega menghabisi nyawa adiknya saat orang lain terlelap tidur.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan, polisi telah menangkap AR, pelaku pembunuhan mahasiswi UMJ, yang tak lain kakak kandung korban sendiri. “Iya betul, pelakunya kakak kandung­nya,” ujar Sapta.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, polisi sudah lebih dulu memeriksa enam orang saksi yang merupakan orang terdekat korban. Di antaranya dua tetangga, kakaknya, ayah angkat, ibu kandung dan tante korban.

Sampai akhirnya, polisi me­naikkan status kakaknya, AR, dari saksi menjadi tersangka setelah seharian diperiksa intensif di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (11/1). AR diduga membunuh Murniati karena persoalan warisan.

Baca Juga  19.238 Bumil di Bogor Bakal Disuntik Vaksin Covid-19

Data yang berhasil dikum­pulkan, kunci rumah yang ditempati korban menjadi petunjuk polisi dalam men­gungkap kasus tersebut. Keterangan keluarga pada polisi, kunci itu sempat hilang beberapa waktu sebelum AR datang ke rumah ibu korban.

“Jadi yang pegang kunci itu dua orang. Si korban sama ibunya. Nah, kunci yang di­pegang ibunya pernah hilang sewaktu kakaknya itu datang ke rumah. Karena hilang, ibu korban bikin kunci duplikat,” ujar seorang perwira polisi itu.

Dari situlah polisi memiliki kecurigaan bahwa pelaku adalah orang dekat dengan korban dan hasilnya mengeru­cut pada AR. “Karena pada saat korban ditemukan tewas, kuncinya ada di kamar kor­ban,” lanjut sumber itu.

Rupanya, keterangan ini juga diperkuat dengan Bibi Murniati, Dewi. Ia mengakui ada kejanggalan saat mene­mukan jasad Murniati tewas. Sebab, saat itu keadaan pintu rumahnya masih terkunci.

Dewi mengatakan, warga bersama keluarga membuka pintu rumah Murniati meng­gunakan kunci duplikat milik ibu Murniati, Popong. Sebab, hanya ibunya yang memiliki kunci duplikat tersebut.

“Saat kita masuk, itu pakai kunci duplikat yang dipunyai mamanya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, saat dite­mukan tewas, kunci rumah mi­lik keponakannya itu tergele­tak di meja dekat laptop. “Saat ditemukan, ada kunci rumah milik Murniati,” ucap Dewi.

Sementara soal adanya dugaan motif perebutan harta warisan, polisi masih enggan blak-blakan. “Untuk masalah motif apakah itu soal warisan atau lainnya, sedang didalami oleh penyidik,” ujar Kabid Hu­mas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Baca Juga  Hasil Survei Terakhir Pilkada DKI

Informasi yang dihimpun, Murniati merupakan anak kedua Popong dari hasil per­nikahan pertamanya ber­sama Undang Barnas. Undang meninggal puluhan tahun lalu dan Popong menikah lagi dengan seorang sopir angkot. Pernikahan itu tak bertahan lama. Keduanya bercerai dan Popong kembali menikah dengan Purwanto (50). Saat ini, Popong tinggal bersama Purwanto.

Ayah tiri Murniati (22), Pur­wanto mengatakan, dirinya belum mengetahui bahwa yang tega menghabisi ma­hasiswi semester IV UMJ itu adalah kakak kandung Mur­niati sendiri.

Ketika disinggung hubun­gan Murniati dengan kakak kandungnya, ia mengaku baik-baik saja dan selama ini tidak pernah ada keributan antara mereka.

“Selama ini Murni dan ka­kaknya baik-baik saja,” kat­anya saat ditemui di rumah duka, Jalan Makmur, Cipa­yung, Pondokrangon, Jakarta Timur, Rabu (11/1).

Ia menambahkan, pelaku itu tinggal di Bekasi dan sudah memiliki istri. Saat ini, sambungnya, istri kakak kandungnya sedang hamil tujuh bulan. “Kakaknya itu kerja dan tinggal di Bekasi. Kini istrinya lagi hamil tujuh bulan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Mur­niati ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Makmur, Pondokranggon, Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (10/1) sekira pukul 02:00 WIB. Korban menderita luka lebam di pelipis kiri bekas benturan, luka robek di bibir kanan dan diduga ada bekas bekapan bantal. Hasil olah TKP, petugas tidak menemu­kan adanya barang-barang korban yang hilang.

Dari keterangan tetangga korban, Nelawati, sebelum kampungnya digegerkan dnegan kematian Murniati, ia sempat mendengar ada kegaduhan dari tempat ting­gal korban.

Nelawati memberi tahu sua­minya, Paul, bahwa ada suara benturan di tembok dan su­ara seseorang mengatakan, “Silakan ambil apa saja yang ada.” Paul kemudian men­dengarkan suara dari pintu belakang dan menguhubungi rekannya lantaran tak berani masuk rumah korban sendiri.

Baca Juga  Waduh, Penumpang Numpuk di Stasiun Bogor

Tak lama rekan Paul datang, ibu korban, Popong, juga tiba di rumah. Mereka mem­buka pintu yang terkunci dari dalam. Korban sudah mening­gal dalam keadaan telentang. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan melakukan autopsi terhadap jasad korban.

Sementara itu, salah seorang sumber dari tetangga yang dekat dengan keluarga korban menjelaskan, pelaku sempat melarang keluarga melaku­kan autopsi kepada Murniati. “Saya dapat info dari keluarga bahwa kakaknya itu sempat tak setuju kalau dilakukan au­topsi kepada Murni,” pungkas lelaki yang enggan dicantum­kan namanya itu.

Sebelumnya, mahasiswi Universitas Esa Unggul ber­nama Tri Ari Yani Puspo Arum (22) juga dibunuh. Korban ditemukan bersim­bah darah di kamar kosnya di Jalan Haji Asmat Ujung, RT 08/11, Perumahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin pagi (9/1) sekitar pukul 09:00 WIB.

Hingga kini, polisi belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Arum. Polsek Kebon Jeruk sedang men­dalami kasus dugaan pem­bunuhan Tri Ariyani Puspo Arum. Polisi akan menggali keterangan dari pihak kelu­arga.

Polisi masih melakukan pengembangan kasus dugaan pembunuhan Tri Arum. Ada delapan saksi dan beberapa barang bukti yang sudah diambil polisi.

“Pakaian korban, pakaian saksi terkena darah, olah TKP, hasil autopsi. Saya rasa tinggal tunggu titik terang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Andryanto Randotama.

(de/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *