Usai Aksi, Kapolda Metro Jaya Ancam Periksa Habib Rizieq

by -

METROPOLITAN – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab (51) kini sedang menjadi so­rotan. Tak hanya terkait dugaan penodaan terhadap Pancasila dan pencemaran nama baik mantan Presiden RI sekaligus Proklamator Soekarno, ujarannya soal kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) juga bakal disoal.

Kapolda Metro Jaya Ins­pektur Jenderal M Iriawan memastikan jajaran penyidik Polda Metro Jaya akan segera memanggil Habib Rizieq.

Habib Rizieq akan diperiksa terkait ceramahnya yang me­nyebut uang cetakan baru Bank Indonesia (BI) berlam­bang palu arit atau identik dengan PKI. “Sebentar lagi kita panggil. Kasus uang, bilang palu arit itu. Jelas kok, undang-undang mengatur ujaran ke­bencian,” kata Iriawan.

Baca Juga  SELAWAT DIPROTES BULE, POLISI TURUN TANGAN

Menurut Iriawan, tuduhan Habib Rizieq perihal uang ce­takan baru BI bergambar palu arit tergolong dalam ujaran kebencian. Sebab, BI sudah menjelaskan bahwa itu adalah sistem pengamanan hologram di cetakan uang baru.

“Jelas kok, undang-undang mengatur ujaran kebencian. Sudah jelas BI mengatakan itu uang, bukan palu arit. Itu ada nama sistem pengamanan uang dari 2001. Dilihat, ter­awang, jelas logo BI, bukan palu arit,” terang mantan kadiv Propam Polri ini.

Habib Rizieq sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Minggu (8/1). Ia dilapor­kan oleh Jaringan Intelek­tual Muda Anti Fitnah (JIMAF). Menurut mereka, Habib Rizieq diduga telah menyebarkan berita bohong dan kebencian bermuatan SARA. Hal itu, kata mereka, terdapat dalam video ceramahnya yang beredar di media sosial.

Baca Juga  Sehari, Tujuh Korban Dibacok

Dalam video itu, Habib Ri­zieq disebut-sebut telah men­gatakan bahwa uang kertas baru yang diterbitkan BI ber­logo palu arit yang merupakan lambang PKI.

Bersamaan dengan unjuk rasa ke Mabes Polri kemarin, tiga akun Twitter yang terkait FPI juga di-suspend pihak Twitter. Ketiga akun yang di-suspend adalah @HumasFPI, @DPP_FPI dan @syihabrizieq.

Sementara soal konflik yang terjadi antara FPI dan Ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mendesak agar ka­polri memeriksa Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan.

Ini terkait statusnya sebagai pembina GMBI. Menurut dia, seharusnya pejabat Polri aktif dan tidak boleh ikut kegiatan di luar kesatuan, khususnya dalam organisasi masyarakat. “Ini sesuai Pasal 28 Ayat 3 UU Nomor 2/2002 tentang Polri. Polri harus adil terhadap se­tiap golongan masyarakat dan pada diri polri,” kata Bambang.

Baca Juga  Hijaber Cantik Tewas Diseret Truk

Jika kapolda Jawa Barat ter­bukti sebagai pembina GMBI, katanya, sebaiknya dicopot dari jabatannya, sehingga tak ditiru anggota lainnya. Seka­dar diketahui, massa GMBI dan FPI bentrok saat pemer­iksaan Habib Rizieq di Ma­polda Jawa Barat. Buntut dari bentrokan tersebut, keesokan harinya massa FPI membakar markas GMBI di Ciampea, Bogor.

(de/bd/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.