13 Tahun Jadi Tempat Curhat Kaum ODHA

by -

Tati Suparti merupakan satu-satunya perawat di Kabupaten Bogor yang direkomendasikan menjadi konselor bagi pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV). Ibu satu anak ini telah menggeluti pekerjaannya mengurus kaum ODHA sejak 2004. Dengan modal pelatihan empat hari, Tati berhasil menjadi tempat curhat penderita HIV positif yang selama ini kerap malu menunjukkan identitasnya.

BERSAMA Tati, banyak kaum ODHA mau berterus terang soal perilaku me­nyimpangnya. Hingga awal 2017 ini ada delapan orang yang telah dinyatakan positif HIV. Rata-rata mereka tergolong Lelaki Suka Lelaki (LSL) alias gay. “Rata-rata mereka penyuka sesama jenis dan karena jarum suntik,” bebernya.

Sudah 13 tahun Tati berurusan dengan pasien yang mengidap penyakit me­matikan itu. Meski awalnya ada rasa takut, lama-kelamaan ia justru bisa menikmati bidang barunya. “Awal-awal pasti ada rasa nggak nyaman. Tapi ternyata mereka baik dan welcome. Gimana kitanya sih. Kuncinya dari kita dulu yang bikin mereka nyaman,” tu­turnya.

Baca Juga  Proyek Jembatan Penghubung Dua Desa Molor

Selama ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cibungbulang ditunjuk se­bagai rujukan guna memastikan penya­kit HIV di Ciawi dan Bogor Barat. Se­hingga warganya dapat memastikan apakah tubuhnya bebas dari virus me­matikan atau tidak.

Di ruang kerjanya, Tati pun banyak menceritakan soal pengalamannya menangani pasien HIV. Beragam eks­presi ditunjukkan tiap kali ia membe­ritahu hasil lab pada pengidap HIV positif. “Reaksinya macam-macam. Sampai ada yang pingsan, peluk, nangis dan ada juga yang speechless,” tan­dasnya.

(ads/b/feb/mg4/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.