Bos Pasar Seleksi Tujuh Investor

by -

 Setelah mendapat desakan dari berbagai pihak, Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor akhirnya memulai proses Penunjukan Langsung (PL) investor Pasar Kebonkembang Blok F. Ada tujuh perusahaan yang menjadi peserta Beauty Contest yang akan diseleksi. Harapannya minggu depan sudah ada nama perusahaan pemenang yang serius membangun pasar tradisional tersebut.

Setelah mendapatkan restu dari Kejaksaan Negeri Bogor dan LKPP, PD PJJ akan mela­kukan PL kepada perusahaan yang telah menyatakan minat untuk merevitalisasi Blok F. Bahkan PD PPJ saat ini sedang melakukan penilaian kembali kepada tujuh perusahaan yang pernah menyatakan minat ter­sebut. Sehingga nantinya PD PPJ hanya tinggal memilih salah satu perusahaan yang dianggap layak untuk merevi­talisasi Blok F. Direktur Utama PD PPJ Andri Latif Asyikin men­gatakan, setelah berkoordi­nasi memang pihaknya menda­patkan lampu hijau dari ke­jaksaan dan LKPP untuk melaks­anakan PL. Dalam waktu dekat pihaknya akan segera melaks­anakan PL. “Kalau semua kajian sudah dilakukan maka kita akan melaksanakan PL tersebut, agar kita mempunyai dasar hukum yang kuat untuk melaksanakan PL, minggu depan akan kami umumkan,” ujarnya kepada Metropolitan.

Andri juga mengaku tengah mengkaji tujuh perusahaan. Sebab berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedo­man Pengelolaan Barang Milik Daerah, perusahaan-perusa­haan yang pernah menyatakan minat akan menjadi prioritas. “Kami akan prioritaskan peru­sahaan yang pernah ikut Beau­ty Contest karena semua itu sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.

Baca Juga  Tersandung Restu Dewan, Pelantikan Calon Bos PDAM Ditunda?

Terkait batas waktu yang di­berikan kepada PD PPJ oleh Walikota Bogor tentang pelaks­anaan PL, Andri mengaku me­nyanggupi pelaksanaan terse­but. Sehingga PL ini bisa langs­ung dilaksanakan begitu pula revitalisasi Blok F yang telah direncanakan sejak jauh-jauh hari oleh PD PPJ. “Insya Allah selesai dan mudah-mudah semua cepat beres tidak ada kendala lagi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor Zenal Mu­taqin mengingatkan proses PL yang akan dijalani PD PPJ ha­rus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK). Semua pe­rusahaan yang ikut PL juga tetap harus memenuhi KAK. Sehingga jika ada perusahaan yang tidak sesuai dengan KAK, PD PPJ harusnya membatalkan­nya kembali. “KAK ini menjadi acuan untuk memilih perusa­haan yang nantinya akan me­revitalisasi Blok F,” katanya.

Menyangkut potensi aset Blok F, harus dilakukan pemba­haruan data asetnya karena hak itu menjadi objek profit sharing bagi PD PPJ dan Pem­kot Bogor ke depannya. “Blok F ini masih menggunakan ne­raca yang sama, nah memang aset Pemkot Bogor harus dip­erbaharui kembali, sehingga dapat menguntungkan Pemkot Bogor juga,” jelasnya.

Baca Juga  Prihatin dengan Kondisi Pengungsi, Beri Bantuan Sembako

Badan Pengawas (BP) PD PPJ Suprapto mengatakan, pembangunan Blok F itu sudah men­desak, sehingga harus cepat melakukan proses penjaringan investor. Jika dilihat dari pe­serta Beauty Contest kemarin, banyak perusahaan yang ber­minat membangun Blok F. Sebab, jika dilihat dari lokasinya, Blok F tersebut memiliki nilai tinggi sehingga akan mengun­tungkan investor. “Lokasi Blok F ini premium sehingga me­miliki daya tarik lebih. Jadi wajar saja banyak investor yang berminat merealisasikannya,” ujarnya kepada Metropolitan.

Selain investor yang akan diuntungkan, kata dia, pedagang pun akan diuntungkan se­hingga banyak pedagang yang tidak mau pindah dan tetap bertahan di Blok F. “Di Beauty Contest kemarin sejumlah in­vestor berani menjaminkan uangnya untuk merevitalisasi Blok F, artinya mereka sangat serius untuk merevitalisasi Blok F tersebut,” terangnya.

Suprapto juga mengaku su­dah bekerja maksimal untuk pengawasan terhadap Direksi PD PPJ Kota Bogor dalam melaksanakan Beauty Contest. Ia juga mengaku siap menga­wasi pelaksanaan PL yang bakal dilakukan PD PPJ. “Kami sudah bekerja dan melalui pro­ses sesuai dengan aturan, BP bekerja sesuai prosedur dan semua harus pakai dokumen. Kami hanya memberitahukan aturannya seperti ini, sedang­kan pelaksanaannya dilakukan pansel. Tugas kita hanya menga­wasi,” paparnya

Baca Juga  Dinkes Ajak Warga Bogor Gemar Olahraga

Rencana PL yang akan dilaks­anakan PD PPJ, kata dia, harus menyesuaikan aturan yang ada, sehingga PD PPJ tidak salah dalam mengambil langkah untuk melaksanakan PL. “Tidak boleh menyalahi aturan ma­kanya kita akan tanyakan ke­pada kejari. Sebenarnya, untuk sistem Beauty Contest itu pun tidak sulit apalagi syaratnya menyesuaikan KAK. Profit sha­ring yang dipersiapkan sesuai dengan perencanaan karena untuk penghitungan pasar tidak dilihat satu atau dua tahun ke depan tetapi dihitung untuk 25 tahun ke depan akan men­jadi seperti apa,” katanya.

Sementara itu Pengamat Eko­nomi dari STIE Kesatuan Bogor Saefudin Zuhdi menjelaskan bahwa posisi Blok F benar-benar menguntungkan peru­sahaan maka tak heran jika ada persaingan yang ketat antara pengusaha. “Para investor pun pasti sudah melakukan kajian seberapa untung mereka jika berinvestasi di Blok F, sehing­ga mereka pun tak segan mem­perjuangkannya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, feno­mena ini sering terjadi di sejum­lah lelang atau Beauty Contest di sejumlah daerah lain dan saat ini tinggal Pemkot Bogor harus bisa memilih investor yang paling baik dan memenuhi kriteria. “Sekarang tinggal pemkotnya saja mau seperti apa, saya yakin sejumlah investor sudah siap untuk dipilih menjadi perusa­haan yang bakal merevitalisasi Blok F,” pungkasnya.

(mam/c/els/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.