Ini Pemenang Pilkada Serentak versi Metropolitan

by -

HARI INI pesta demokrasi pe­milihan kepala daerah (pilka­da) serentak 2017 berlang­sung di tujuh provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten. Harian Metropolitan telah melakukan polling terhadap pelaksanaan pilkada di tiga daerah berbeda. Mulai dari Pemilihan Guberbur (Pilgub) DKI, Pilgub Banten dan Pemil­ihan Bupati (Pilbup) Bekasi. Berikut pemenang pilkada serentak versi Metropolitan.

Sebanyak 6.983.692 warga Jakarta bakal menentukan pilihannya terhadap calon pemimpin DKI Jakarta peri­ode 2017-2022. Dari seluruh kandidat yang ada, diramal­kan calon incumbent masih menduduki tahtanya. Meski dirundung banyak masalah, pasangan Basuki Tjahaja Pur­nama (Ahok) dan Syaeful Djarot diprediksi tetap ung­gul dalam putaran pertama penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta.

Dengan dukungan empat partai yakni PDI Perjuangan, Golkar, NasDem dan Hanura, pasangan nomor urut dua ini mampu menyedot suara tersebar di enam wilayah di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu.

Berdasarkan hasil polling pembaca Harian Metropolitan, pasangan Ahok-Djarot ung­gul dari dua rivalnya dengan perolehan dukungan hingga 35,42 persen. Disusul pasan­gan nomor urut tiga, Anies-Sandiaga, dengan perolehan suara sebanyak 32,26 persen. Sedangkan Agus-Sylviana harus tertahan di posisi akhir dengan perolehan suara 23,49 persen.

Jika dilihat dari peta kekua­tan Ahok-Djarot, bukan mus­tahil pasangan nomor urut dua dengan simbol victoria punya tingkat keterpilihan teratas. Apalagi jika melihat kekuatan kursi yang dikan­tongi partai pendukung di DPRD DKI Jakarta.

Jika ditotal, jumlahnya ung­gul dari dua pasangan lainnya dengan total mencapai 52 kursi. Rinciannya PDIP (28 kursi), Ha­nura (10 kursi), Golkar (9 kursi) dan NasDem (5 kursi).

Sedangkan pasangan Agus-Syliviana hanya memiliki 28 kursi di DPRD DKI Jakarta. Se­mentara pasangan Anies-Sand­iaga hanya punya keterwakilan paling sebanyak 26 kursi.

Baca Juga  Empat Kecamatan Disulap Mirip BSD

Ini juga diperkuat den­gan hasil sejumlah lembaga survei yang rata-rata juga memenangkan pasangan in­cumbent, Ahok-Djarot. Di Sur­vei Charta Politika, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot berada di urutan teratas dengan capa­ian suara 39 persen. Anies-Sandiaga 31,9 persen dan Agus-Sylviana 21,3 persen. Sedangkan yang tidak men­jawab ada 7,8 persen.

Timses Ahok-Djarot, Maru­arar Sirait, yakin bahwa hasil survei yang telah dirilis tak akan jauh berbeda dengan hasil pilkada serentak sebena­rnya. Menurutnya, saat ini pemilih cerdas sudah ada di Jakarta. Alasannya, mayoritas responden memilih Ahok dan Djarot berdasarkan kinerja, pengalaman dan ketegasan.

“Kalau ini yang jadi parame­ter utama, harapan kemenan­gan Ahok dan Djarot tinggi. Santun penting tapi hanya enam persen. Jakarta meng­hargai kesantunan, tetapi jauh menghargai yang terbukti pengalamannya, hasil kerja dan tegas,” jelas Ara.

Berdasarkan jenis profesi, dukungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhadap Ahok dan Djarot mencapai 42,2 persen. Ara mengatakan, para PNS tersebut memilih Ahok dan Djarot karena mendu­kung reformasi birokrasi yang diterapkan selama ini. “Kita tahu Ahok pecat sana pecat sini. Tetapi tetap banyak PNS yang memilih Ahok sampai 42 persen? Itu karena mereka suka terhadap reformasi bi­rokrasi yang dibuat Ahok dan Djarot,” kata Ara.

Hari ini Ahok akan menyal­urkan suaranya pada Pilkada DKI di TPS 54 Kelurahan Pluit, Jakarta Utara. Sedangkan pasangannya, Saiful Djarot, akan mencoblos di TPS 8, Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Sementara itu, kandidat lainnya juga akan menyalurkan hak pilihnya di TPS masing-masing.

Di antaranya Agus akan mencoblos di TPS 6 Kelurahan Rawa Barat, Jakarta Selatan. Anies akan menyalurkan su­aranya di TPS 028 Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Sandiaga akan menggunakan hak pilihnya di TPS 1 Kelura­han Selong, Jakarta Selatan. Sedangkan cawagub nomor urut satu Sylviana Murni akan memilih di TPS 103 Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Baca Juga  Marak! Penculikan Di Pamijahan

Tak hanya di DKI Jakarta, di seluruh Indonesia total ada 41.205.115 pemilih yang tercatat sebagai Daftar Pe­milih Tetap (DPT) dengan total TPS sebanyak 98.259 di 30 provinsi. Provinsi Banten salah satunya. Hasil polling Metropolitan menunjukkan pasangan calon gubernur nomor urut satu, Wahidin Halim (WH) dan Andika Haz­rumy bakal memperoleh ke­menangan dengan jumlah pemilih hingga 39,06 persen, mengalahkan calon petahana Rano Karno-Embay dengan perolehan 36,93 persen.

Terlebih, WH-Andhika diso­kong tujuh partai politik yang masing-masing memiliki kursi di DPRD Banten. Di antaranya Partai Demokrat (8 kursi DPRD Banten) Partai Golkar (15), Par­tai PKB (7), PKS (8), Hanura (6), PAN (3) dan Gerindra (10). To­tal kekuatan kursi WH-Andika di DPRD Banten berjumlah 57 kursi.

Ini belum ditambah den­gan massa dari masing-ma­sing partai. Jika melihat hasil perolehan suara parpol pen­dukung WH-Andika pada pemilu 2014 lalu, maka jika ditotal kekuatan pasangan nomor urut satu mencapai 3.264.408 suara, jauh di atas pasangan Rano-Embay.

Dengan rincian Demokrat (474.996 suara), Golkar (808.902), Gerindra (576.193), PKS (379.328), PKB (390.887) Hanura (349.726) dan PAN (284.376).

Selain diusung tujuh parpol, pasangan WH-Andika juga diusung mantan Bupati Lebak yang juga Kader PDIP Muly­adi Jayabaya. Wahidin Halim merupakan mantan walikota Tangerang dua periode. Se­dangkan Andika Hazrumy merupakan anggota DPR RI dari Banten.

Sementara pasangan Rano-Embay hanya diusung tiga parpol dengan kekuatan kursi di DPRD Banten sebanyak 28 kursi. Perolehan suara ketiga parpol pun masih kalah den­gan WH-Andika, yakni hanya 1.563.489 suara. Adapun rinci­annya yakni PDIP (842.690 su­ara), PPP (394.543) dan Partai NasDem (326.256).

Baca Juga  Gembong Narkoba Tanam Ganja Di Bogor

Peneliti LSP Indonesia Sy­af Zulkarnain menuturkan, peserta Pilkada Banten hanya dua paslon, yakni petahana melawan penantang. Bagi pemilih yang tak puas dengan kepemimpinan petahana, pilihannya tak banyak: me­milih penantang atau golput. “Wahidin diuntungkan kare­na banyak responden ragu dengan kemampuan Rano memimpin Banten ke depan, belum lagi pendampingnya yang dianggap tidak memiliki pengalaman di pemerintah­an,” ujar Syaf Zulkarnain.

Ini sesuai dengan hasil sur­veinya yang sebelumnya telah dirilis. Yakni WH-Andika ung­gul dibanding pasangan lawan dengan meraih 39,50 persen suara masyarakat Banten. Sedangkan rivalnya, cagub-cawagub nomor dua Rano-Em­bay, meraih persentase 32,10 persen.

Sementara di Bekasi, paslon bupati dan wakil bupati nomor urut dua, Sa’dudin-Ahmad Dhani unggul dalam simulasi coblosan yang dihelat Radar Bekasi (Grup Radar Bogor) di 12 kecamatan di Kabu­paten Bekasi, kemarin. Duet politisi-selebritis sokongan PKS, Demokrat dan Gerindra itu mendulang suara di empat kecamatan, yaitu Serangbaru, Tambun Selatan, Babelan dan Tambun Utara.

Simulasi coblosan dengan sampel 600 responden ini di­lakukan dengan tatap muka dalam tempo seharian, kemarin. Melibatkan 12 relawan maha­siswa dari sejumlah kampus di Kota dan Kabupaten Bekasi. Hasilnya, Sa’dudin-Ahmad Dhani meraih suara 27 persen, disusul pasangan Obon Tabro­ni-Bambang Sumaryono 24,8 persen dan Neneg Hasanah-Eka Suria sebesar 20,5 persen. Sedangkan pasangan Mei­lina Kartika-Abdul Kholik hanya meraih suara 17 persen dan di posisi terakhir ada Iin Farihin-Mahmud AL-Hafiz.

(feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.