Kelola Modal, Sayaga Gandeng Kejari Cibinong

by -

METROPOLITAN – PT Sayaga Wisata Kabupaten Bogor memilih berhati-hati dalam mengelola dana anggaran sebesar Rp75 miliar dari Penyertaan Modal Peru­sahaan (PMP). Kehati-hatian itu dibuktikan melalui kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong dalam bidang perdata dan tata negara di Kompleks Taman Budaya Sentul City, Desa Sumurbatu, Kecamatan Babakanmadang, kemarin.
Direktur Utama PT Sayaga Wisata Kabupaten Bogor Supriyadi Jufri mengatakan, kerja sama ini sebenarnya hanya memperpanjang pendampingan yang sudah ada. Kejari dalam segi sisi hukum dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat pendampingan administrasi, keuangan dan prosedur. “Pendampingan sama kejari terkait PMP dan pelaksanaan investasi. Jadi bukan hanya hotel, tetapi jasa perjalanan wisata dan lain sebagainya,” kata Supriadi.
Supriadi menjelaskan, yang dibutuhkan dari pendampingan ini adalah bagaimana caranya agar setiap langkah dapat diputuskan secara cepat dan tidak melanggar aturan maupun prosedur yang berlaku. Sebab berkaca pada kejadian satu tahun belakangan, pihaknya harus dipusingkan dengan persoalan perbedaan pendapat dengan pemerintah mengenai pembangunan hotel.
“Tahun lalu Undang-Undang PT dan pemerintah berbeda sehingga menimbulkan disquiet atau kebimbangan. Padahal, seharusnya sebuah keputusan itu disepakati semua pihak. Makanya kenapa perlu dilakukan kerja sama ini,” jelasnya.
Namun demikian, ia meminta lembaga berwenang dapat memikirkan bahwa PT Sayaga di sini sebagai unit bisnis yang butuh percepatan atau membutuhkan keputusan secara cepat. Karena jika bisnis ini mengikuti pemerintah, itu akan berat. “Jadi tidak hanya melulu berbicara birokrasi, tetapi melalui aspek bisnisnya. Kami juga sudah sepakat bahwa memang menggunakan aturan internal Sayaga dan kuncinya di situ,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kejari Cibinong Bambang Hartanto mengaku sepakat pendampingan ini untuk meningkatkan usaha dari PMP PT Sayaga Wisata Kabupaten Bogor. Tujuannya agar bisa bergerak cepat dalam mengatasi permasalahan di perusahaan pelat merah tersebut. “Pendampingan ini bukan berarti kita mem-backup, melainkan untuk meningkatkan usaha. Kita berharap ke depannya lebih ditingkatkan lagi,” singkatnya.

Baca Juga  Ade Yasin Masih Mau di Bogor Dulu, Belum Kepikiran Tuh ke Jabar

(rez/b/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.