Lahan Pasirjambu Siap Tampung Napi Paledang

by -

METROPOLITAN – Over kapasitasnya Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Paledang Bogor, membuat Pemerintah Kota Bogor merasa iba. Se­bab ratusan warga binaan harus bertumpuk di dalam lapas tersebut. Bahkan LP Paledang yang semula kapasitasnya hanya 400 orang kini telah diisi 800 orang. Karena itu Pemkot Bogor pun akan menghibahkan lahan seluas dua hektare untuk pembangunan Lapas Paledang yang baru.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, pembe­basan lahan untuk pembangunan lapas tersebut sudah dianggarkan. Namun masyarakat sekitar hingga saat ini belum selesai melakukan sertifi­kasi tanahnya yang nantinya akan diserahkan kepada Pemkot Bogor. “Kalau anggaran kita sudah siap, tetapi ini kendalanya dari masyarakat yang belum menyelesaiakan dokumen kepemilikannya sehingga belum dapat dibebaskan,” ujarnya kepada Metropolitan.
Karena banyak masyarakat yang belum menyelesaikan dokumen, Bima pun menginstruksikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) berkoordinasi dengan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempermudah masyarakat mensertifikatkan lahannya. Dengan begitu Pemkot Bogor pun lebih mudah membebaskan lahannya. “Begitu lahan itu jelas langsung diproses ke pusat sehingga langsung bisa dikucurkan dananya, sehingga Pasirjambu itu bisa langsung diproses menjadi lapas,” terangnya.
Lahan yang dihibahkan Pemkot Bogor untuk membangun lapas tersebut sekitar dua hektare. Setelah itu akan dibicarakan dengan Kemenhum dan HAM karena ini adalah cagar budaya, “Tentunya pengelolaan tempat ini harus sesuai dengan konsep cagar budaya, karena lapas ini adalah bangunan yang sudah lama juga,” paparnya.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIA Paledang Bogor menjelaskan bahwa luas lahan untuk membangun lapas tersebut idealnya sekitar tiga hektare. Namun jika saat ini Pemkot Bogor sudah menghibahkan lahan dua hektare bukan sebuah persoalan, bahkan ia pun berterima kasih atas hibah Pemkot Bogor atas lahan yang nantinya dibangun lapas. “Memang idealnya tiga hektare, tetapi dengan dua hektare saja setidaknya bisa menampung seribu orang. Dan nantinya ada sarana dan pra-sarana napi seperti perpustakaan, masjid dan beberapa yang lainnya,” katanya.
Meski belum dibangun, namun secara resmi Pemkot Bogor memang telah menghibahkan lahannya tersebut kepada Kemenhum dan HAM. Tinggal menunggu selesai pemberkasan dan pembangunan saja. “Yah memang informasi terakhir banyak warga sekitar yang belum melengkapi berkas lahannya, tapi mudah-mudahan semua itu bisa selesai,” jelasnya.
Untuk perpindahannya nanti akan secara bertahap. Selain itu, akan dibangun juga lapas khusus perempuan yang kemungkinan akan dibangun di Bogor. “Jadi, jumlah warga binaan perempuan akan dikurangi dengan dipindahkan ke lapas perempuan yang ada di Bandung,” ungkapnya.
Terpisah Kepala BPKAD Kota Bogor Anggraeny Iswara mengatakan, pada 2013 lahan Pasirjambu sudah dihibahkan dan jadi aset pemkot. Namun sekarang banyak warga sekitar yang sedang mengurus berkas-berkas dokumennya. “Sekarang harus diurus balik nama dulu karena waktu diserahkan itu masih nama orang lain. Ini sedang kita urus kurang lebih dua bulan dan langsung di balik nama ke lapas,” pungkasnya. (mam/b/els/dit)

Baca Juga  Ulama Bogor Tolak Sertifikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.