Nurhayanti Minta Anak Buahnya Kerja Cepat

by -

METROPOLITAN – Bupati Bogor Nur­hayanti tampaknya mulai memperbaiki kinerja bawahannya setelah masuk se­bagai penyimpan saldo terbesar di per­bankan urutan dua versi Direktorat Jen­deral Perimbangan Keuangan Kemen­terian Keuangan (DJPK Kemenkeu) dengan nilai sebesar Rp833,2 miliar. Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini mulai memberi penekanan terhadap bawahan­nya di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Nurhayanti mengatakan, pen­ekanan ini dilakukan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bo­gor melakukan percepatan pekerjaan atau kegiatan dalam Anggaran Pendapatan Be­lanja Daerah (APBD). “Sudah kita lakukan melalui surat eda­ran ke semua OPD, baik se­cara langsung dan tidak langs­ung,” kata Nurhayanti.

Menurut dia, untuk dewan yang meminta nilai dana pengendapan diturunkan di angka sebesar Rp400 miliar, itu memang tengah diusahakan melalui percepatan pekerjaan atau penyerapan anggaran di APBD Kabupaten Bogor hing­ga 2018. “Iya, kita akan lakukan dengan cara percepatan pe­kerjaan sampai 2018,” ucapnya.

Baca Juga  Dinkes Pilih Tenaga Kesehatan Teladan 2017

Disisi lain, ia menjelaskan, se­benarnya dana mengendap itu terjadi karena masih ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemkab Bogor. SILPA itu sendiri terjadi karena adanya over target, efesiensi dan dana pera­watan sebesar lima persen dari kegiatan yang belum dikeluarkan.

Sehingga dari nilai yang dire­lase DJPK Kemenkeu, nantinya akan berkurang dengan sendi­rinya. “Ini masih terus berjalan dan akan berkurang dengan sendirinya. Apalagi akan keluar juga gaji pegawai di bulan ini,” ujarnya.

(rez/b/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.