Pelajar Copot Iklan Rokok di Warung-warung

by -

METROPOLITAN – Puluhan siswa SMPN 1 Bojonggede mencopot paksa iklan atau spanduk rokok yang ditempel di warung-warung, kema­rin. Kegiatan yang diprakasai Len­tera Anak ini wujud keprihatinan lantaran maraknya pelajar mengon­sumsi rokok. Media Officer Lentera Anak Farah Devana menolak pelajar dijadikan target rokok. Makanya melakukan aksi copot spanduk rokok di warung sekitar SMPN 1 Bojong­gede.

Farah mengatakan, sesuai hasil studi Komnas PA dan UHAMKA pada 2017, sebanyak 46,3 persen anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan tersebut. Dengan dasar itu, iklan rokok sudah terbuk­ti memiliki pengaruh kuat pada anak untuk mulai merokok.

“Industri rokok saat ini sudah terang-terangan menargetkan anak-anak yang berada di lingkup sekolah se­bagai konsumennya. Terbukti, di sekitar sekolahan banyak iklan rokok yang terpampang,” kata Farah.

Farah berharap, melalui kam­panye ini kesadaran kritis siswa, guru dan seluruh elemen ma­syarakat mampu tercipta untuk menolak jadi target industri rokok. “Kami berharap anak-anak memiliki kesadaran kritis untuk membentengi dirinya dari target industri rokok,” ha­rapnya.

Baca Juga  Pengetahuan Karyawan PDAM Terus Digenjot

Ia menambahkan, kegiatan kampanye ini dilakukan di 90 sekolahan yang ada di Indo­nesia. Sementara, untuk Kabu­paten Bogor sendiri akan dila­kukan di sepuluh sekolah berbeda. “Untuk hari ini (ke­marin) kita kompak menurun­kan iklan rokok di sekitar SMPN 1 Bojonggede, SMP dan SMK Al-Basyariah,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan guru SMP N 1 Bojonggede Purwadi mengaku setuju dengan kampanye yang dilakukan ber­sama anak muridnya. Sebab, tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah anak terkena imbas dari merokok.

“Ketika iklan rokok dicegah dan dihilangkan tentu penga­ruh kepada siswa untuk mero­kok akan berkuang. Kami sangat setuju dengan kegiatan ini,” singkat dia.

Di tempat yang sama, pelajar kelas 9 SMP N 1 Bojonggede Gaizka mengaku miris dengan banyaknya pelajar yang sudah kecanduan dengan rokok. Se­bab, kebanyakan pelajar yang sudah merokok lantaran ter­bawa pergaulan atau stres dalam menghadapi banyaknya tugas. “Ada juga beberapa te­man yang ikut ngerokok, tapi itu di luar sekolah.

Baca Juga  Sehari Bisa Cetak 3000 Blangko E-KTP

Makanya, dengan kegiatan ini kami harap pelajar perokok bisa kurang. Banyak penyakit soalnya dari rokok,” ungkap perempuan yang juga menja­bat sebagai Ketua Osis ini.

 (rez/b/els/dit)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *