Peningkatan Jalan Janala-Cicangkal Ditolak

by -

RUMPIN – Rencana peningkatan Ja­lan Cicangkal-Janala di bagian tengah dan utara wilayah Kecamatan Rumpin pada tahun anggaran 2017 malah menda­pat penolakan warga. Sebab, upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut malah menguntungkan pen­gusaha galian.

Anggota BPD Desa Tamansari Acim menolak rencana tersebut selama pem­kab belum tegas menindak dan mener­tibkan angkutan tambang. ”Iya, kalau saya tidak setuju Jalan Janala- Cicangkal dicor, apalagi nilai anggarannya Rp8 mi­liar. Pasti kan tidak tahan lama, karena tronton melintas rata-rata di atas 40 ton. Pemkab seharusnya lebih tahu hal itu. Peningkatan jalan cuma buang-buang uang rakyat saja,” ujarnya.

Agar hasil pembangunan maksimal, lanjut Acim, pemkab seharusnya menga­jak semua perusahaan tambang di Ke­camatan Rumpin bekerja sama agar kualitas tonase jalan sesuai berat to­nase kendaraan yang melintasi jalan tersebut.

Baca Juga  Bejat, Seorang Ayah Diduga Setubuhi Anak Kandung Hingga 4 Tahun

”Soalnya kan mereka (perusahaan tambang, red) yang lebih banyak menik­mati jalan bagus. Selama ini jalan di Rum­pin banyak yang hancur karena angkutan material tambang melebihi daya dukung jalan. Jadi, pemerintah harus tegas. Ini untuk menghindari jangan sampai ma­syarakat selalu demo turun ke jalan,” tegasnya.

Berbeda dengan Acim, sejumlah warga sudah mengirimkan surat yang ditujukan kepada Pemkab Bogor. Dalam suratnya, mereka meminta pengerjaan proyek pe­ningkatan jalan tersebut tidak dilakukan dengan menambah tinggi badan jalan. Warga juga meminta jalan digali terlebih dulu, sehingga badan jalan tidak lebih tinggi dari rumah tempat tinggal me­reka. ”Kalau jalan dibangun dan dicor terus tidak digali, pasti risikonya rumah kami akan terus kebanjiran,” ujar warga Desa Tamanasari Yani.

Baca Juga  Dewan Desak Pemkab Bangun RSUD di Bogor Utara

Pun demikian disampaikan pemilik toko mebel di Desa Tamansari Yanto. Menurut dia, usulan warga yang ditan­datangani bersama itu bukan hendak menghambat atau tidak setuju adanya perbaikan jalan yang sudah rusak parah tersebut. ”Sekarang saja kami sering kena limpahan air kalau hujan lebat turun. Soalnya saluran air di pinggir jalan tidak ada. Apalagi kalau jalan dibangun lebih tinggi, pasti air semakin besar masuk rumah warga,” pungkasnya.

(sir/b/sal/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.