Terbesar di Bogor, Selalu Ramai Dikunjungi Wisatawan

by -

Dari semua vihara di Bogor, Vihara Buddha Dharma menampilkan nuansa berbeda. Tempat ibadat umat Buddha yang berlokasi di Kampung Jati, RT 02/06, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor itu memiliki patung Buddha raksasa dalam posisi tidur.

Patung dengan panjang 18 meter dan tinggi 5 meter itu merupakan patung Budd­ha terbesar di Bogor. Bahkan disebut-sebut terbesar di Jawa Barat. Patung dengan po­sisi tidur menghadap ke kanan dengan kepala yang ditadah dengan telapak tangan kanan itu selalu ramai di kala hari raya.

Mata patung yang terpejam dan senyum yang terpancar di wajahnya, melambang­kan ketenangan dan kedamaian. Posisi Buddha tertidur ini juga melambangkan meditasi sang Buddha saat mendapat pencerahan.

Baca Juga  2018, Nggak Ada Jalan Becek

“Hari Raya Waisak akan digunakan umat Buddha untuk beribadat. Umat datang me­menuhi vihara untuk memanjatkan doa kepada yang kuasa,” kata pendiri sekaligus pembina Vihara Buddha Dharma Ade Utju Dhanu.

Ade bercerita patung Buddha tidur ini dibangun sejak 2010 bersamaan dengan dibangunnya vihara. “Dari pembangunan patung hingga jadi seperti ini butuh waktu dua tahun. Sangat sulit untuk membuat patung Buddha dengan posisi tidur ini,” katanya.

Dalam merancang hingga menghasilkan patung bernilai seni dengan memiliki mak­na penting ini, pihaknya menghabiskan 15 truk batu kali dan 500 sak semen.

“Banyaknya batu dan semen, karena di dalam bangunan patung Buddha tersebut sangat padat. Dipastikan tidak ada ruang yang kosong pada patung. Hal ini bertu­juan agar patung Buddha kokoh dan tidak mudah rusak,” paparnya.

Baca Juga  PKK Bogor Ikut Dorong Gerakan Tanam Cabai

Untuk bantalan patung juga sangat per­hitungkan. Bantalan dibuat sekokoh mungkin agar kuat menahan beban patung Buddha tidur yang beratnya ratusan kilogram. Agar patung Buddha selesai sesuai harapan, maka dirinya ritual terlebih dulu sebelum membikin patung.

“Awalnya kita pengurus di sini punya beberapa opsi. Pertama, kami ingin patung terbuat dari batu utuh, tapi sangat sulit mencari batu sebesar itu. Lalu kita dapat petunjuk lain untuk membuat patung dari rangka besi saja, baru kita isi dalam­nya dengan material. Kami doa dan se­dekah dulu sebelum melakukan pembangu­nan,” pungkasnya.

(pk/sal/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *