29 Tersangka Meringkuk Di Polres Bogor

by -

METROPOLITAN – Polres Bogor kembali me­norehkan hasil baik di lingkup Jawa Barat. Melalui Jajaran Satuan Narkoba (Satnarkoba), Polres Bogor menjadi nomor satu pengungkapan kasus nar­koba di Tanah Pasundan. Pengungkapan ini dila­kukan dalam hasil Operasi Antik Lodaya 2017 yang dilaksanakan selama sepuluh hari dari Jumat (24/2) hingga Minggu (5/3). Selama sepuluh hari Satnar­koba Polres Bogor berhasil mengungkap 22 kasus dengan 29 tersangka. Kasus- kasusnya sendiri didominasi tindak penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ganja. Di antaranya sabu-sabu seberat 52,9 gram dan ganja 454,23 gram. ­

“Alhamdulillah kita mendapat peringkat pertama dalam segi pengungkapan kasus, termasuk penangkapan tersangkanya. Kalau barang bukti kita kedua setelah Polda Jawa Barat,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky saat press rele­ase di Mako Polres Bogor, kemarin.

Baca Juga  Diduga Bermasalah, Rehab SDN Gadog 3 Dipantau Kadisdik

Menurut Dicky, setelah ini akan fokus kepada peng­embangan jaringan dari para tersangka yang sudah berhasil diamankan. Fokus utama yang dilakukan lebih menekankan kepada kelompok-kelompok yang teroganisir terkait pere­daran narkoba itu sendiri. “Kita akan kembangkan ja­ringan ini agar pengungkapan bisa lebih lanjut. Karena yang tahu beli di mana dan jaringan­nya ke mana ya mereka,” ucap­nya.

Ia menuturkan, peredaran narkoba ini masih banyak dila­kukan di daerah perkotaan Kabupaten Bogor seperti wi­layah Cibinong hingga perba­tasan Bojonggede dengan cara modus by order atau janjian di lokasi yang sudah ditentukan. “Mereka ketangkap di Bogor dan sebagian besar merupakan domisili Kabupaten Bogor. Peredaran ini juga sudah masuk ke tingkat pelajar,” tutur dia.

Baca Juga  Ikatan Notaris Indonesia Dilantik

Ia juga mengaku belum mengetahui apakah dari 29 tersangka yang sudah diaman­kan ada bandar besar yang sudah diciduk. Sebab, rata-rata para pelaku mengaku sebagai pemain baru sehingga perlu dikembangkan lagi. “Bisa saja, tapi masih di­kembangkan. Rata-rata me­reka ngaku bukan bandar besar. Tetapi kadang kalau mereka sudah masuk pun ma­sih saja bisa melakukan per­jualan,” imbuhnya.

Namun, Dicky memastikan jika para tersangka tak koope­ratif memberitahukan jaringan-jaringan yang menjerumuskan mereka terlibat dalam pereda­ran narkoba, mereka akan di­kenakan pemberatan dalam resume berkas. Sehingga, me­reka dapat hukuman maksi­malnya. “Kalau nggak koope­ratif mereka akan dikenakan hukuman maksimal. Tetapi kalau mau tobat dan sembuh, tidak perlu menyembunyikan siapa saja yang menjerumuskan mereka,” yakinnya.

Baca Juga  Wah Sangat Tragis, Bus Blue Star Kecelakaan di Puncak Bogor

Ia menambahkan, untuk mem­pertanggungjawabkan per­buatannya, ke 29 tersangka ini akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1, Pasal 111 ayat 1, Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Maksimal 15 tahun penjara atau seumur hidup,” tutupnya.

 (rez/b/els/run)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.