Dirut RSIA Kenari: Risiko Operasi Sesuai Kesepakatan Pasien

by -

CILEUNGSI – Keresahan masyarakat terkait dugaan malapraktik yang dilakukan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kenari Graha Medika Cileungsi terhadap pasien bernama Mayasari (26) warga Kampung Tengah, RT 01/06, Desa Cileungsikidul, Kecamatan Cileungsi lantaran membuat kantung kemih korban tersayat saat ope­rasi, terus mendapat sorotan berbagai kalangan publik.

Seperti yang diresahkan Suhanah (35), warga Cileungsi, Desa Cileungsi, Kecama­tan Cileungsi. Ia mengaku kaget dan takut atas beredarnya berita malapraktik yang dilakukan RSIA Kenari Graha Med­ika. Ia pun merasa waswas dan takut hal tersebut tejadi pada anaknya. “Dulu saya sering membawa anak saya berobat ke RSIA Kenari Graha Medika. Tetapi setelah mendengar berita ini saya jadi khawatir dan kemungkinan nggak bakal lagi mem­bawanya ke sana,” ungkapnya.

Baca Juga  Pembangunan Masjid Besar Cileungsi Disoal

Menanggapi hal itu, Direktur RSIA Kena­ri Medika Cileungsi dr Titi Setyorini ber­kilah bahwa pihak rumah sakit tak pernah menyandera pasien Mayasari dan pihak rumah sakit mengaku memberi diskon senilai Rp1.145.586 untuk biaya operasi pasien. “Sesuai instruksi dokter bahwa pasien tidak diperbolehkan dulu pulang. Jadi tidak benar bahwa kami menyan­dera pasien,” katanya dalam rilisnya, be­lum lama ini.

Menurut Titi, terkait biaya pasien dirinya menilai sudah kooperatif dengan mem­berikan diskon kepada pasien dan juga meminta membuat surat keterangan tidak mampu. Namun, pihak dari keluarga tidak memenuhinya. “Sedangkan terkait risiko tersayatnya kantung kemih pasien dalam operasi caesarnya, sudah disampaikan dengan disaksikan semua perawat ke­pada keluarga pasien,” akunya.

Baca Juga  MUI Limusnunggal Minta Pemkab Bogor Berantas Prostitusi

Padahal dari keterangan keluarga korban yaitu suami korban, Awaludin, istrinya ditahan akibat tidak membayar biaya operasi sebesar Rp14.712.804 karena baru membayar biaya sebesar Rp9.000.000. “Kalau masalah kantung kemih yang ter­sayat itu tanggung jawab pihak rumah sakit. Kenapa ini malah dibebankan ke­pada pasien,” bebernya.

 (yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *