Disperumkim Incar Bangunan ’Siluman’ di Arzimar III

by -

METROPOLITAN – Kebera­daan bangunan yang memakan lahan anak Sungai Cilegok di Jalan Arzimar III, RT 02/03, Ke­lurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, kini menjadi per­hatian Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat­pol PP) Kota Bogor. Sejumlah bangunan ’siluman’ yang ber­diri di atas drainase itu termasuk pelanggaran besar karena dapat membahayakan warga.

Kepala Disperumkim Boris Darusman mengatakan, penyempitan lahan sungai adalah bentuk pelanggaran. Sebab dengan penyempitan tersebut dapat membuat ban­jir wilayah di sekitar. Apalagi saat hujan deras, kata dia, bisa membuat banjir karena debit airnya menjadi tinggi. “Tidak boleh seperti itu, nanti kita akan cek bangunan tersebut,” ujar­nya kepada Metropolitan.

Jika terbukti bersalah, Boris mengaku akan menegur pe­milik sejumlah bangunan di Jalan Arzimar III tersebut. Sebab jika dibiarkan, di lokasi tersebut akan terjadi banjir yang meny­usahkan warga sekitar. “Sudah cukup pengalaman yang ke­marin (banjir SMAN 2 Bogor, red), maka tidak boleh diulang lagi. Kalau ada kesalahan, kita perbaiki sekarang. Dibanding nanti banjir dan ada korban lagi,” terangnya.

Tak hanya bangunan di Jalan Arzimar saja, menurut Boris, banyak sejumlah bangunan yang melanggar seperti itu. “Setelah kita tinjau, baru kita tegur. Jika ditegur tidak men­urut maka kita akan serahkan berkasnya kepada Satpol PP Kota Bogor,” paparnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bogor Heri Karnadi men­jelaskan, memang saat ini bangunan-bangunan yang nakal seperti itu menjadi fokus Satpol PP. “Memang banyak bangunan-bangunan nakal seperti ini dan kita memang sedang cari,” singkatnya.

Sebelumnya, sejumlah warga yang tinggal di RT 02/03 di Jalan Arzimar III diresahkan dengan pembangunan yang memakan lahan anak Sungai Cilegok. Hal itu karena lahan anak sungai yang semula lebar kini tinggal beberapa meter saja. Warga khawatir saat hujan deras anak Sungai Cilegok me­luap dan membanjiri warga Kampung Nyod, RT 02/03, Kelurahan Tegalgundil, Keca­matan Bogor Utara.

Warga sekitar, Siti Nurlela mengatakan, beberapa tahun lalu sungai tersebut pernah meluap dan membanjiri bebe­rapa rumah di sepanjang aliran anak Sungai Cilegok tersebut. “Dulu saja beberapa rumah kebanjiran. Karena ketika hujan, debit airnya cukup deras te­tapi selokannya sangat kecil. Sekarang tambah kecil lagi karena lahannya diambil,” ujar­nya kepada Metropolitan.

Selain mengambil lahan anak Sungai Cilegok, proyek ’siluman’ ini juga membahayakan rumah warga sekitar. Salah satunya rumah milik Siti Nurlela. Sete­lah mengambil lahan anak sungai, proyek ’siluman’ ini mengolongi anak sungai dan tembok bangunannya nempel pada rumah miliknya. “Ini me­reka membahayakan saya juga karena tembok bangunannya mepet ke rumah saya. Saya khawatir ambruk,” terangnya.

Dalam pembangunan tersebut, Lela mengaku pemilik bangunan tak meminta izin kepada warga sekitar. Padahal sebagai warga yang baik, seharusnya ada etika kepada tetangga untuk me­minta izin karena khawatir te­tangganya terganggu. “Pemba ngunan ini sudah sebulan lalu. Bahkan saya juga tidak tahu ini akan dibangun apa,” paparnya.

(mam/b/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *