Dua Hotel Di Tonjong Diduga Jadi Sarang Maksiat

by -

TAJURHALANG – Keberadaan hotel dan tempat karaoke Pinus di Kampung Tonjong, RT 03/05, Desa Tonjong, Keca­matan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, semakin dikeluhkan masyarakat sekitar. Hal itu lantaran tempat tersebut ditenga­rai sering dijadikan ajang prostitusi pa­sangan di luar nikah. Kepala Desa (Kades) Tonjong Didin mengaku sudah menerima keluhan masyarakat terkait penyalahgu­naan hotel tersebut. “Hotel ini memang menyalahi aturan, karena tempat peng­inapan tersebut cenderung menjadi tem­pat hiburan malam,” terangnya.

Tak hanya itu, sambung Didin, diduga hotel kelas melati itu menjual minuman beralkohol serta menjadi sarang prosti­tusi yang tersembunyi di tengah perkam­pungan. “Hotel Pinus ini jelas sudah mem­buat buruk citra Desa Tonjong. Padahal, wilayah ini sebelumnya dijuluki daerah Islami. Saya berharap Pemerintah Kabupa­ten Bogor dapat menindak tegas kebera­daan hotel ini,” tegasnya.

Baca Juga  Warga Minta Polisi Amankan Daerah Rawan Begal

Selain itu, ada pula tempat maksiat lain­nya bernama Bale–Bale, tepatnya di Kam­pung Tonjong, RW 05. Pantauan Metro­politan, tempat tersebut memang dija­dikan ajang berbuat maksiat untuk pa­sangan di luar nikah. Warga sekitar, Nyoman (36), mengatakan, tidak ada hotel yang mengizinkan orang untuk berzina. Namun, hampir setiap hari ada pasangan mesum yang diduga masuk ke hotel yang berbentuk kontrakan ini. “Jika ini terus dibiarkan akan menjadi bumerang bagi masyarakat sekitar dan membuat pengelola tidak jera,” tegasnya.

Warga khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Bagaimana kalau gara-gara berzina di kontrakan terus ada pembunu­han dan masalah lain,” tanyanya. Infor­masi yang dihimpun, tarif masuk ke tempat penginapan itu hanya Rp90.000 untuk enam jam. Sementara saat hendak dikon­firmasi, Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Tajurhalang tidak berada di kantor dan tidak memberikan jawaban. (khr/c/ram/py)

Baca Juga  Pemdes Tajurhalang Dorong Peran Perempuan di Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published.