Kapal Pesiar Rusak Karang Raja Ampat

by -

METROPOLITAN – Terumbu karang di Raja Ampat mengalami sejumlah kerusakan. Hal itu diawali dari masuknya sebuah kapal pesiar bernama MV Caledonian Sky yang memiliki bobot 4.200 GT pada 3 Maret 2017.

Setelah mengelilingi pulau untuk mengamati keanekaragaman burung serta menikmati pementasan seni, para penumpang kembali ke kapal pada siang hari 4 Maret 2017.

Kapal pesiar tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Bitung pada pukul 12.41 WIT. Di tengah perjalanan menuju Bitung, MV Caledonian Sky kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun menyatakan prihatin dengan kejadian ini. Ia mengatakan, terdapat kesalahan dalam kejadian ini yang harus diungkapkan.

“Sebenarnya sudah diatur di mana mereka bisa melakukan kegiatan, mana yang tidak bisa dipastikan dia tidak mengikuti pola yang sudah diatur opsinya. Kita akan melihat aturan yang berlaku dan kami akan melaporkan kepada Pak Menko Maritim untuk tindak lanjut terhadap apa yang akan dilakukan,” tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta.

Baca Juga  Terumbu Karang di Raja Ampat Ini Dicoret-Coret Oleh Oknum Tak Bertanggung Jawab

Budi Karya melanjutkan, mustahil kapal pesiar tak mengetahui tentang kedalaman perairan dalam setiap pelayanan. Upaya klarifikasi pun akan dilakukan. Salah satunya adalah dengan memanggil para syahbandar dan pemerintah daerah setempat.

“Ya makanya kita akan klarifikasi. Kita akan melihat satu sisi dari sisi yang lain seperti apa-apa yang dilakukan saat itu,” jelasnya.

Aturan izin pelayaran kapal pesiar pada laut pun akan kembali dilihat oleh pemerintah. Bahkan, apabila diperlukan, aturan ini akan direvisi.

“Ya pasti kita kan memang spreading tempat ini begitu luas Apalagi yang khusus seperti itu kita memang akan tentukan dengan sesuatu kualifikasi penjagaan yang lebih baik,” ungkapnya.

Budi Karya melanjutkan, pemerintah telah memberikan rekomendasi terhadap jalur yang dapat dilewati. Dengan begitu, seharusnya kejadian ini tidak lagi dapat terulang.

Baca Juga  24 Kapal Pesiar Akan Singgahi Pelabuhan Lombok

“Secara profesional jalur-jalur yang diberikan rekomendasi kita sudah ada dan kapal itu kan bukan tanpa kapal tanpa alat navigasi, bukan kapal tanpa alat ukur kedalaman. Kalau yang tabrak itu kapal perairan rakyat ya tidak dapat diklarifikasi,” jelasnya.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, terumbu karang yang mengalami kerusakan cukup luas, yaitu mencapai 13.522 meter persegi. Butuh waktu hingga 20 tahun untuk mengembalikan kerusakan terumbu karang ini.

“Ada dua yang rusak, pertama kerusakannya retakan dari individu-individu karangnya itu kira-kira 13,4 x 22,8 meter. Selain retakan itu ada patahan yang panjang, karena itu kan merosot ya. Itu 50 meter kali lebar tertentu. Jadi totalnya jadi 13.522 meter persegi,” ungkapnya.

Baca Juga  Yuk Cari Tahu Sejarah Nama Raja Ampat

Pemerintah pun telah mengirimkan tim khusus ke Raja Ampat. Tim investigasi tambahan pun akan diberangkatkan.

“Jadi kapalnya enggak boleh masuk kalau menurut analisis sementara ya dari lapangan, sehingga dia pecah,” ungkapnya.

SUMBER : okezone

Leave a Reply

Your email address will not be published.