Main Proyek, Suaminya Suap 4 Pejabat

by -

Pengadi­lan Tindak Pidana Ko­rupsi (Tipikor) menggelar sidang kasus dugaan suap suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawan­syah yang menjabat Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi.

Inneke datang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Be­sar Raya, Jakarta Pusat, Senin (13/3) sekitar pukul 10:00 WIB. Mengena kan atasan dan hijab warna gelap, ia langsung duduk di kursi pengunjung bagian tengah.­

Dalam sidang, Jaksa Penun­tut Umum (JPU) pada KPK menyebutkan, Fahmi didakwa menyuap empat pejabat Baka­mla. Fahmi didakwa melaku­kan beberapa perbuatan yang dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi dan men­janjikan sesuatu.

Jaksa juga mengatakan, kuat dugaan pemberian uang ke empat pejabat Bakamla un­tuk memenangkan proyek pengadaan monitoring satelit kepada perusahaan yang di­miliki Fahmi, yaitu PT Melati Technofo Indonesia. Ang­garan proyek tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Peruba­han (APBN-P) 2016.

Baca Juga  Rayakan Ultah ke-25, Gigi Gelar Konser di Jogja

“Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan be­berapa perbuatan yang di­pandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi atau men­janjikan sesuatu,” kata Jaksa Kiki Ahmad Yani di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Dalam surat dakwaan, total suap yang diberikan Fahmi secara bertahap sebesar 309.500 Dollar Singapura, 88.500 Dollar AS, 10.000 Euro dan Rp120 juta. Uang terse­but disebar kepada empat pejabat Bakamla.

Keempat pejabat Bakamla yang diduga menerima suap yaitu Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama Baka­mla Eko Susilo Hadi menerima 100.000 Dollar Singapura dan 88.500 Dollar AS dan 10.000 Euro. Saat itu Eko juga sebagai Sekretaris Utama Bakamla dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Bakamla Tahun Anggaran 2016.

Baca Juga  PSBB Kota Bogor Belum Maksimal!

Kedua, Direktur Data dan Informasi pada Deputi Bi­dang Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla Bam­bang Udoyo sebesar 105.000 Dollar Singapura. Saat itu Bambang merangkap seb­agai Pejabat Pembuat Komit­men (PPK).

Yang ketiga, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan sebesar 104.500 Dollar Singapura dan keempat Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sestama Bakamla Tri Nanda Wicak­sono sebesar Rp120 juta. (lip/feb/dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.