Menanti Duel Sengit Dovi Vs Lorenzo

by -

METROPOLITAN- Balapan seri pembuka MotoGP 2017 bakal digeber di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (27/3) dini hari WIB. Losail, seperti diprediksi banyak pihak, adalah tempat yang pas untuk menakar kekuatan Ducati.

Seberapa hebat skuat Bologna itu setelah diperkuat juara dunia MotoGP tiga kali Jorge Lorenzo. Ducati dan Lorenzo sama-sama memiliki rekam jejak tangguh di Qatar. Maka, perpaduan kedua pihak bisa sekaligus mengukur seberapa kompetitif Ducati mengarungi musim 2017.

Namun sebelum Lorenzo bertarung dengan rider-rider top lainnya, musuh terbesarnya adalah rekan setimnya sendiri, Andrea Dovizioso. Mampukah rider Majorca itu mengalahkan pembalap dengan motor yang sama?

Menarik untuk menyaksikan pertarungan keduanya yang sebenarnya sudah pernah terjadi sejak awal karier mereka. Lorenzo dan Dovi sudah bersaing sebagai pembalap MotoGP sejak 2002. Dovi lebih dulu menyelesaikan dua balapan di kelas 125cc sebelum Lorenzo menyusulnya pada seri berikutnya.

Saat itu Lorenzo harus menunggu usianya genap 15 tahun untuk bisa bertarung di grand prix. Lomba pertama dimana keduanya bersinggungan adalah GP Barcelona 2002.

Tapi momen paling monumental antara keduanya terjadi dua tahun kemudian. Lorenzo 17 tahun dan Dovizioso 18 tahun membalap di seri pertama GP Qatar. Musim 2004 adalah debut GP Qatar pada kalender balap MotoGP dan kelas 125 cc sebagai pembuka pertunjukan.

Balapan di Sirkuit Losail itu menjadi salah satu duel paling sengit antara Lorenzo dan Dovi, atau bahkan mungkin yang pernah terjadi di kelas 125cc. Pertarungan ketat itu terjadi sejak awal sampai akhir lomba. Dovi berambisi merebut gelar juara dunia, sementara Lorenzo sedang haus kemenangan.

Trek lurus panjang, dengan jarak antara garis finis dan tikungan terakhir sangat jauh, menjadi bahan bakar efektif untuk memanaskan pertarungan mereka. Dovi menggunakan lay out sirkuit tersebut sebagai bagian dari taktiknya untuk mengalahkan Lorenzo.

Setelah keluar dari tikuangan terakhir menuju trek lurus, Dovi memposisikan dirinya tepat di belakang motor Lorenzo. Posisi yang sempurna untuk mendapatkan keuntungan streamline (aliran angin yang terpecah) oleh motor Lorenzo.

Dovi, yang mengendarai Honda, kemudian menyusul Lorenzo dengan motor Derbi-nya beberapa ratus meter jelang garis finis. Keduanya lalu saling berpandangan ketika melewati garis finis tanpa tahu siapa pemenangnya. Keduanya finis dalam waktu yang bersamaan. Untuk pertama kali dalam sejarah GP pemenang lomba ditentukan oleh pembalap yang meraih lap tercepat dalam balapan tersebut. Dan, dialah Lorenzo.

Keduanya kemudian naik kelas ke 250 cc bersamaan pada 2005. Saat itu Dovizioso berstatus juara dunia kelas 125 cc. Namun pada kelas intermediate ini situasinya berubah. Sebelum naik ke MotoGP Lorenzo merebut dua gelar juara dunia 250 cc sementara Dovi selalu finis runner-up di belakang Lorenzo.

Pada 2008 dua pembalap itu sama-sama menjadi rookie MotoGP. Dovi melakoni balapan debutnya dengan fantastis di Losail dengan finis keempat di atas motor satelit Honda. Sedangkan Lorenzo finis runner-up dengan Yamaha YZR-M1 di tim utama.

Mulai akhir pekan ini di Qatar keduanya akan berbagi garasi dan menggunakan baju balap yang sama. Menggeber motor yang sama dan membela tim yang sama. Dan Losail, seperti 12 tahun lalu, sekali lagi bisa menjadi pertarungan sengit keduanya. Dan pemandangan itu yang diharapkan dari fan Ducati.

Lorenzo sendiri tak yakin mampu bertarung dengan Dovi di awal musim ini. Menurutnya pengalaman Dovi menunggangi Ducati empat tahun terakhir akan menjadi keuntungan besar. Sementara di saat yang sama Lorenzo masih berkutat dengan proses adaptasi dengan Desmosedici.

”Dovi kemungkinan akan lebih cepat seperti yang terlihat di pramusim. (Tapi) saya akan melakukan yang terbaik seperti yang akan dia lakukan juga,” ucap Lorenzo dilansir Autosport kemarin (20/3).

Lorenzo memenangi seri pembuka Qatar tahun lalu di depan Dovizioso. Sementara rekan setim Dovi saat itu, Andrea Iannone melengkapi podium terakhir. Itu menunjukkan bahwa Losail memang cocok dengan karakter Desmosedici. Memiliki trek lurus panjang lebih dari satu kilometer dan mayoritas tikungannya berkarakter cepat sehingga tidak membutukan kemampuan akselerasi bagus di sana.

Dovi sudah menunjukkan potensinya di uji coba terakhir di Qatar. Dia menjadi yang tercepat di hari pertama dengan mencatat waktu terbaik 1 menit 54,819 detik. Meski pada akhirnya harus mengakui kecepatan bintang baru Yamaha Maverick Vinales. Tapi, Dovi menyatakan tidak cukup bagi Ducati untuk bersaing dengan rider top lain untuk memenangi seri pertama.

”Jika membandingkan dengan hasil tahun lalu, jelas kami berada pada situasi lebih baik. Saya kompetitif di Malaysia, lalu di Phillip Island, dan itu adalah trek yang paling sulit bagiku. Tapi di sisi lain kemajuan kami belum cukup untuk mengejar para pesaing,” ungkapnya.

Meski demikian dia mengaku senang sepanjang uji coba performanya masih lebih baik ketimbang Lorenzo. ”Motor (Ducati) ini harus diperlakukan secara berbeda. Jorge terlalu lama bertahan dengan motor yang sama,” tandasnya.

SUMBER : JPNN.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *