PDJT Sudah Dilirik Investor

by -

METROPOLITAN – Ke­inginan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencari investor Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) segera terwujud. Walikota Bogor Bima Arya mengaku telah mengantongi sejum­lah investor yang berminat menyehatkan perusahaan daerah tersebut. Sebab, hingga kini PDJT yang dip­impin Krisna Kuncahyo belum sanggup membayar gaji 146 pegawainya selama dua bulan.

Untuk membayar gaji 146 karyawan PDJT tersebut, Pemkot Bogor setidaknya harus merogoh kocek cukup besar sekitar Rp900 juta. Sebab, pengeluran rata-rata gaji karyawan di PDJT tersebut sekitar Rp450 juta per bulan untuk 146 karya­wan. Sehingga, pemkot terpaksa harus mencari pihak ketiga.

Karena jika menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ataupun Biaya Tidak Terduga (BTT), bu­tuh waktu lama dan proses yang cukup rumit. “Ada beberapa investor yang bisa menyehat­kan PDJT ini. Karena tidak ha­nya pembayaran gaji saja, in­vestor tersebut diharapkan bisa membuat PDJT lebih baik ke depannya,” ujarnya kepada Metropolitan.

Baca Juga  Federasi Peteni Bogor Deklarasi Dukung Prabowo dan Cak Imin Berpasangan Dipilpres 2024

Bima mengaku pihaknya cu­kup kebingungan mengatasi permasalahan yang ada di PDJT. Sebab, permasalahan tak kun­jung selesai. Sehingga, opsi yang digagasnya dengan men­gubahnya menjadi Perseroan Terbatas (PT) merupakan salah satu opsi yang dianggap paling baik. “Kalau tidak begitu, PDJT ini akan terus merugi. Sebab, PDJT menjadi beban kita kalau kondisinya terus seperti ini,” terangnya.

Orang nomor satu di Kota Bogor ini juga berharap PDJT kembali sehat. Sebab, nantinya PDJT akan menjadi salah satu tumpuan program rerouting yang merupakan salah satu program yang akan direalisa­sikan Pemkot Bogor. “Feeder nanti angkot, sedangkan tengah­nya nanti bus-bus. Salah satu­nya adalah TransPakuan,” paparnya.

Mogoknya sejumlah karyawan PDJT lantaran belum digaji selama dua bulan ternyata membawa dampak buruk ke­pada masyarakat pengguna bus TransPakuan. Sebelumnya, Direktur Utama PDJT Krisna Kuncahyo memaparkan, peng­guna TransPakuan saat ini bisa mencapai 3.000 orang per harinya dari seluruh koridor yang aktif.

Baca Juga  KPAI Sebut Pembunuh Grace Ketakutan

Salah seorang pengguna bus TransPakuan, Andrian Per­mana (20), mengaku setiap hari menggunakan bus Trans­Pakuan. Tetapi karena sempat mogok beberapa hari, aktivi­tasnya sempat terganggu. Awalnya ia tak mengetahui bahwa sejumlah karyawan PDJT melakukan mogok ker­ja. “Saya tiap hari ke kampus pakai TransPakuan ke Bubulak. Tetapi kemarin tiba-tiba tidak ada satu bus yang melintas. Saya tidak tahu kalau mereka lagi mogok kerja,” katanya.

Andri berharap TransPa­kuan kembali normal. Sebab, ia membutuhkannya untuk berangkat kuliah dari Jalan Padjajaran menuju Kampus IPB. “Kalau dari rumah cukup dua kali naik angkutan. Trans­Pakuan sampai Bubulak dan angkot sampai Kampus IPB,” ujarnya.

Ketika para pegawai PDJT mogok, kata Andri, banyak orang di setiap halte menung­gu bus milik Pemkot Bogor itu. Namun karena bus-bus terse­but tak kunjung datang, para penumpang pun beralih ke angkutan online. “Mereka langs­ung naik GoJek. Ternyata naik GoJek lebih murah dan cepat dibanding TransPakuan,” ung­kapnya.

Baca Juga  Haduh, Pemotor Berplat Merah Hendak Kabur Saat Razia Masker, Nyaris Tabrak Satpol PP

(mam/b/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.